NATUNA – Pemerintah Kecamatan Bunguran Timur menegaskan arah kebijakan strategisnya dalam ekosistem pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pada tahun anggaran 2026.
Fokus utama pemerintah kecamatan saat ini menitikberatkan pada validasi basis data pelaku usaha serta fungsi fasilitasi teknis, mengingat batasan kewenangan (domain) eksekusi program yang berada pada dinas teknis terkait.
Hal tersebut disampaikan secara langsung oleh Camat Bunguran Timur, Syuparman, S.E., M.M., kepada koranperbatasan.com saat diwawancarai di ruang kerjanya, Kantor Kecamatan Bunguran Timur, pada Kamis, 22 Januari 2026.
Dalam keterangannya, Syuparman menjelaskan bahwa posisi kecamatan adalah sebagai agregator data dan perpanjangan tangan dari kebijakan pemerintah pusat, provinsi, maupun kabupaten. Pihaknya menyambut positif seluruh program pemberdayaan, namun menegaskan bahwa kewenangan kecamatan tidak menyentuh aspek pendanaan langsung atau intervensi program inti.
”Kami pada intinya mendukung itu, namun kami tidak diberikan domain terlalu jauh tentang program UMKM. Hanya untuk sementara kami mendata saja siapa-siapa pelaku UMKM. Namun, jika diminta bantuannya untuk membantu teknis-teknis di lapangan dan melalui dinas teknis, kita siap untuk membantu,” ujar Syuparman.
Pernyataan ini sejalan dengan dokumen Data Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah Kecamatan Bunguran Timur Tahun 2025 yang telah dihimpun pihak kecamatan. Data tersebut menginventarisasi secara rinci ratusan pelaku usaha yang tersebar di wilayah administratif seperti Kelurahan Batu Hitam, Sungai Ulu, Ranai Kota, Bandarsyah, hingga Desa Sepempang dan Batu Gajah. Sektor usaha didominasi oleh kuliner, ritel (kelontong), serta jasa, yang menjadi tulang punggung ekonomi mikro di wilayah tersebut.
Terkait aspek permodalan yang kerap menjadi hambatan struktural bagi pelaku usaha, Syuparman menyoroti urgensi keterlibatan sektor perbankan. Ia mendorong terciptanya skema pembiayaan lunak atau pinjaman tanpa bunga untuk memacu inovasi dan ekspansi bisnis para pelaku UMKM.
”Tentunya kita berharap ada kemudahan-kemudahan dari pihak perbankan untuk mereka (UMKM) bisa berekspresi dan berinovasi. Kita mendorong mungkin ada bantuan-bantuan yang tanpa bunga. Kita berharap ada pihak perbankan ataupun lembaga keuangan yang memberikan mitra ataupun kerja sama yang mungkin hari ini sudah digagas juga oleh Provinsi Kepulauan Riau,” tegasnya.
Pemerintah kecamatan saat ini tengah menjajaki peluang kemitraan strategis dengan lembaga keuangan guna merealisasikan akses permodalan yang inklusif bagi wirausahawan lokal.
Dalam kerangka pengembangan ekonomi kewilayahan, Syuparman mengidentifikasi dua lokus utama yang memiliki potensi signifikansi ekonomi tinggi sebagai ikon wisata kuliner, yakni kawasan Ranai Kota dan Desa Sepempang.
”Untuk sementara kita lihat hanya dua wilayah, Ranai Kota dan Desa Sepempang, karena di Sepempang ada beberapa objek wisata juga menandai ada potensi-potensi hasil laut yang sangat baik,” paparnya.
Lebih lanjut, mengenai strategi promosi melalui ekshibisi atau festival UMKM, Syuparman mengakui adanya keterbatasan fiskal di tingkat kecamatan. Sebagai solusi taktis, pihaknya menginstruksikan pemerintah desa untuk mengalokasikan anggaran kegiatan yang melibatkan partisipasi lintas desa dan kelurahan. Dalam skema ini, kecamatan akan bertindak sebagai supervisi teknis.
”Kami tidak memiliki anggaran pos tersendiri untuk itu (expo), maka kita dorong pihak desa untuk mengadakan kegiatan yang melibatkan desa dan kelurahan, namun pendanaannya dilaksanakan oleh pihak desa itu sendiri,” jelas Syuparman.
Menutup wawancara, Syuparman menekankan pentingnya perubahan mindset di kalangan generasi muda dan pelaku usaha di Bunguran Timur. Pihaknya mengimbau agar masyarakat tidak lagi terpaku pada orientasi karir di sektor birokrasi (ASN), melainkan mampu menangkap peluang ekonomi baru melalui inovasi kewirausahaan.
”Tidak saja mengharap peluang-peluang yang ada di pemerintah daerah yang mungkin berkarir di ASN saja, tapi mungkin ada peluang-peluang lain yang hari ini bisa kita tangkap untuk menciptakan ekonomi-ekonomi baru di kawasan khususnya untuk Bunguran Timur,” pungkasnya. (KP).
Laporan : Dhitto










