ANAMBAS – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas mengeluarkan peringatan resmi terkait potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan melanda wilayah perairan dan kepulauan dalam beberapa hari ke depan. Peringatan tersebut ditujukan kepada masyarakat pesisir, pengguna jasa pelabuhan, serta pelaku usaha transportasi laut yang beroperasi di kawasan Anambas.
Melalui Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup, pemerintah daerah mengimbau seluruh pemangku kepentingan sektor maritim untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman gelombang tinggi, angin kencang, dan hujan lebat yang berpotensi mengganggu keselamatan pelayaran serta aktivitas transportasi laut.
Plt. Kepala Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Kepulauan Anambas, Nurullah, menyatakan bahwa kondisi cuaca ekstrem merupakan faktor risiko utama dalam aktivitas pelayaran di wilayah kepulauan yang secara geografis sangat bergantung pada transportasi laut. Menurutnya, keselamatan harus menjadi pertimbangan utama dalam setiap pengambilan keputusan operasional.
“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama,” kata Nurullah dalam imbauan resminya pada Jumat 23 Januari 2026, seraya menegaskan bahwa setiap operator kapal dan pengguna jasa transportasi laut wajib mematuhi standar keselamatan dan memperhatikan perkembangan cuaca terkini.

Dalam peringatan tersebut, pemerintah daerah meminta masyarakat dan pelaku usaha untuk secara aktif memantau informasi cuaca resmi yang dikeluarkan oleh instansi berwenang. Informasi tersebut dinilai krusial untuk menentukan kelayakan pelayaran, terutama di tengah ketidakpastian cuaca yang dapat berubah secara cepat.
Selain itu, Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup juga mengimbau agar aktivitas pelayaran dan transportasi laut ditunda apabila kondisi cuaca tidak memungkinkan. Langkah ini dimaksudkan untuk mencegah kecelakaan laut yang dapat membahayakan jiwa manusia serta merugikan secara ekonomi.
Aspek kesiapan peralatan keselamatan turut menjadi sorotan dalam imbauan tersebut. Pemerintah menekankan pentingnya memastikan ketersediaan jaket pelampung, alat komunikasi, serta perlengkapan keselamatan lainnya dalam kondisi layak pakai sebelum kapal berlayar.
Wilayah Kepulauan Anambas dikenal sebagai salah satu daerah dengan tingkat mobilitas laut yang tinggi, baik untuk kebutuhan masyarakat, logistik, maupun sektor pariwisata. Ketergantungan ini menjadikan cuaca sebagai faktor penentu utama dalam keberlangsungan aktivitas sehari-hari.
Pemerintah daerah berharap peringatan ini dapat meningkatkan kesadaran kolektif akan pentingnya mitigasi risiko bencana hidrometeorologi, khususnya di sektor transportasi laut. Dengan kepatuhan terhadap imbauan keselamatan dan koordinasi yang baik antar pihak, potensi dampak cuaca ekstrem diharapkan dapat diminimalkan. (KP).
Laporan : Azmi
Editor : Dhitto










