ANAMBASKABAR UTAMAKEPULAUAN RIAUNASIONALPARLEMENTARIA

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas Genjot Pertumbuhan Ekonomi Melalui Lima Pilar Strategis

812
×

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas Genjot Pertumbuhan Ekonomi Melalui Lima Pilar Strategis

Sebarkan artikel ini
Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Kepulauan Anambas, Ody Karyadi, S.Sos., memaparkan lima strategi penguatan ekonomi daerah.
Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Kepulauan Anambas, Ody Karyadi, S.Sos., memaparkan lima strategi penguatan ekonomi daerah.

ANAMBAS – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas mengoptimalkan pertumbuhan ekonomi daerah melalui lima strategi utama yang berfokus pada penguatan UMKM, distribusi barang, ketahanan pangan, penyerapan tenaga kerja lokal, dan pengembangan ekonomi biru.

Kebijakan ini diharapkan dapat mendorong kemandirian ekonomi di wilayah kepulauan tersebut.

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Kepulauan Anambas, Ody Karyadi, S.Sos., menjelaskan bahwa strategi pertama adalah penguatan sektor riil melalui dana bergulir untuk usaha mikro dan kecil.

“Kita menguatkan sektor kecil menengah melalui dana bergulir yang kita kucurkan pada UKM-UKM yang ada di Anambas,” ujarnya di ruang kerjanya, Rabu (1/10/2025).

Strategi kedua adalah menjaga kelancaran distribusi barang melalui akses transportasi yang stabil. Ody menekankan bahwa distribusi yang lancar akan mencegah inflasi dan menjaga stabilitas harga.

“Kalau tidak lancar transportasi, tentu berdampak pada barang. Akibatnya akan menimbulkan inflasi,” jelasnya.

Untuk ketahanan pangan, Pemerintah Anambas berencana membangun BUMD pangan pada 2026-2027.

“Kita akan membangun BUMD pangan untuk menjaga stabilisasi harga pangan lokal. Paling tidak pangan lokal ada tempat penampungnya,” tambah Ody.

BUMD ini juga akan dilengkapi dengan penggilingan padi untuk mengolah gabah menjadi beras, mengingat potensi pertanian yang mulai berkembang di Anambas.

Strategi keempat adalah optimalisasi penyerapan tenaga kerja lokal oleh perusahaan migas. “Kami berupaya semaksimal mungkin agar perusahaan migas menyerap tenaga kerja lokal,” tegas Ody.

Terakhir, Pemerintah Anambas mengembangkan ekonomi biru yang berkelanjutan. Konsep ini sejalan dengan visi bupati dan Permen KKP tentang penangkapan ikan terukur.

“Ekonomi biru menjadi prioritas ke depan untuk menjaga keberlangsungan sumber daya kelautan,” papar Ody.

Di tengah tantangan seperti belum tersedianya Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) yang menghambat investasi, Ody menyebut Anambas berhasil menurunkan harga beras premium dari Rp18.000 menjadi Rp16.000 per kilogram.

Baca Juga:  Desa Nyamuk Realisasikan Program Prioritas Nasional dengan Anggaran Rp 2,3 Miliar

“Kita di Sumatera ini termasuk daerah yang sukses mengendalikan harga beras,” ungkapnya.

Ke depan, Pemerintah Anambas akan terus mendorong investasi lokal dan penyelesaian RDTR untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. (KP).


Laporan : Azmi


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *