INFO PEMBANGUNANINTERNASIONALJAKARTAKABAR UTAMANASIONALPARIWISATA

PetroChina Bangkitkan Liberika dan UMKM Tanjabbar

727
×

PetroChina Bangkitkan Liberika dan UMKM Tanjabbar

Sebarkan artikel ini

“Program pemberdayaan yang dijalankan PetroChina International Jabung Ltd (PCJL) terbukti menjadi pendorong utama kebangkitan kopi Liberika dan pelaku UMKM di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.”

 

TANJUNG JABUNG BARAT – CSR & Comdev Supervisor PCJL Ahmad Ramadlan menegaskan bahwa kopi Liberika bukan hanya komoditas lokal, tetapi identitas penting masyarakat Tanjung Jabung Barat yang harus dijaga keberlanjutannya. Melalui pendampingan, edukasi, hingga pembangunan pusat hilirisasi, PetroChina berupaya memperkuat ekonomi kreatif sekaligus memastikan Liberika tetap menjadi komoditas unggulan daerah.

Pengembangan kopi Liberika di Kabupaten Tanjung Jabung Barat terus menunjukkan hasil positif setelah delapan tahun pendampingan intensif PetroChina International Jabung Ltd (PCJL) melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Sejak pendirian Gerai Kopi Liberika atau Gerai Mekar Jaya pada 30 Oktober 2017, program ini berperan penting dalam mengangkat kembali varietas kopi endemik Jambi sekaligus menumbuhkan ekosistem ekonomi kreatif di tingkat akar rumput.

Pendampingan PetroChina dimulai pada 2015–2017 dengan fokus pada peningkatan kualitas pascapanen, pengendalian penyakit akar putih, dan penerapan metode budidaya berkelanjutan. Meski produksinya lebih rendah dibanding Arabika atau Robusta, kopi Liberika memiliki karakteristik rasa unik yang menjadikannya komoditas bernilai tinggi. Kecamatan Betara sebagai sentra Liberika bahkan telah memperoleh sertifikat Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG), memperkuat posisi Liberika sebagai aset khas daerah.

Melihat potensi tersebut, PetroChina mendirikan Gerai Mekar Jaya sebagai pusat edukasi, hilirisasi produk, dan pemberdayaan UMKM. Produk yang dikembangkan berasal dari para pengrajin lokal, seperti Paristo, Liberika Café Aji, Kopi Mekar, Soma, MPL, dan MPG. Gerai ini kini menjadi ruang berkumpul komunitas sekaligus tempat memperkenalkan Liberika kepada masyarakat luas, termasuk pengembangan ekowisata berbasis kampung kopi.

Baca Juga:  PetroChina Resmi Mulai Program Pengeboran 2026

Dalam kegiatan Kunjungan Lapangan Media SKK Migas-KKKS di Tanjung Jabung Barat, Rabu (26/11/2025), Ahmad Ramadlan menegaskan bahwa program ini dirancang untuk menciptakan dampak jangka panjang.

“Liberika ini bukan sekadar komoditas, tapi identitas daerah. Tantangan kami adalah membantu masyarakat menjaga keberlanjutannya. Karena itu, kami tidak hanya membangun gerai, tetapi membangun kapasitas petani dan UMKM lokal agar mereka mandiri, naik kelas, dan terus berinovasi dari hulu ke hilir,” ujarnya.

BACA JUGA: Pembukaan Data PI Jabung Masuki Tahapan Baru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *