KABAR UTAMANATUNA

TRC BPB Damkar Natuna Evakuasi 2 Ekor Ular Masuk Rumah Warga

112
×

TRC BPB Damkar Natuna Evakuasi 2 Ekor Ular Masuk Rumah Warga

Sebarkan artikel ini
Petugas TRC BPB Damkar Natuna saat mengevakuasi ular yang masuk ke dalam rumah warga

NATUNA – Musim hujan bukan hanya banjir saja yang harus diwaspadai, melainkan beberapa hewan berbisa seperti ular. Ular bisa datang kapan saja mencari tempat baru untuk berlindung, bahkan sampai masuk ke dalam rumah.

Faktanya, sampai detik ini operasi evakuasi penangkapan ular masuk rumah masih terus dilakukan oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) Bidang Penanggulangan Bencana (BPB) Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Natuna.

Belum lama ini, Sabtu 27 November 2021, TRC BPB Damkar Natuna kembali mengevakuasi dua ular piton sepanjang 44 cm di Kelurahan Ranai Darat dan 1,5 meter di Air Raya, Kelurahan Bandarsyah, Kecamatan Bunguran Timur yang masuk ke dalam rumah warga.

“Petugas TRC BPB menerima laporan dari warga adanya kejadian ular masuk dalam rumah. Atas dasar laporan tersebut, maka sesuai dengan Standar Oprasional Prosedur (SOP), tanpa menunggu lama selaku komandan Tim Reaksi Cepat, langsung memerintahkan petugas menuju lokasi untuk melaksanakan operasi evakuasi ular,” sebut Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Natuna Syawal, SE melalui Kepala Seksi Kedaruratan, Logistik, Rehabilitasi, dan Rekonstruksi Bidang Penanggulangan Bencana, Elkadar Lismana, SAP., M.Si.

Kata Elkadar, operasi evakuasi dilaksanakan secara cepat dan tepat, dimana sesampainya dilokasi kedua ular tersebut langsung di tangkap. Saat penangkapan, tidak ada perlawanan yang menghawatirkan atau membahayakan petugas. Setelah berhasil di tangkap, kedua ular piton itu dilepas ke sungai yang berada tak jauh dari Kantor Damkar Natuna.

“Sebenarnya ada beberapa cara untuk mengusir ular. Mitos yang beredar adalah garam dapat membuat kulit ular merasa panas dan terbakar sehingga akan pergi dari rumah,” katanya.

Menurut Elkadar, memang benar adanya garam bisa membunuh beberapa hewan yang berlendir seperti siput, cacing dan lintah. Namun, ular bukan merupakan hewan yang berlendir. Sehingga jika menggunakan cara mengusir ular dengan garam justru akan sia-sia.

“Jadi sudah jelas bahwa mengusir ular dengan garam adalah informasi yang keliru,” pungkasnya.

Elkadar memastikan, cara mengusir ular bisa dilakukan dengan memanggil TRC BPB Damkar Natuna yang dipimpin olehnya. Warga bisa menghubungi ke nomor telepon 0773 31 113 piket jaga 24 jam. Bisa juga dengan cara memanggil pawang ular melalaui nomor handphone 081372912003.

Baca Juga:  HUT PGRI ke-80, Maryadi Tekankan Solidaritas Guru dan Pemerataan Prestasi hingga Wilayah Terluar
Petugas TRC BPB Damkar Natuna saat mengevakuasi seekor ular di dalam rumah warga.

Melalui koranperbatasan.com, Elkadar juga membagi tips untuk mengusir dan mencegah ular masuk ke dalam rumah dengan cara sederhana di bawah ini :

Minimalisir Lubang, Ruang Lembab dan Gelap di Rumah

Cara mengusir ular pertama adalah dengan mengecek kembali keadaan rumah. Ular sangat menyukai tempat yang gelap, berlubang dan lembab. Selalu periksa lubang-lubang yang ada di rumah Anda seperti saluran air dan pipa pembuangan. Tutup dengan aman agar tidak menjadi tempat persembunyian ular. Jika Anda memiliki lubang tanah maka segera lah untuk ditutup, karena lubang tersebut bisa menjadi sarang ular.

Singkirkan Sarang Tikus dan Burung

Ular merupakan hewan predator yang menyukai tikus dan burung. Sebagai salah satu cara mengusir ular, Anda harus menyingkirkan hewan-hewan tersebut. Rajin lah untuk membersihkan rumah agar tidak ada tikus yang bersarang. Jangan membuang sampah makanan dengan sembarangan karena bisa mengundang tikus datang.

Gunakan Aroma-Aroma Menyengat

Ular sangat tidak menyukai aroma menyengat seperti cuka dan cabai. Jika Anda mengkhawatirkan akan ada ular yang masuk, coba semprotkan cairan cuka pada area yang sekiranya disukai oleh ular. Menyemprotkan cairan cuka adalah salah satu cara mengusir ular yang cukup efektif saat musim hujan tiba. Opsi lain yang bisa digunakan sebagai aroma-aroma menyengat adalah jeruk dan cabai. Selain itu, Anda bisa menggunakan bubuk belerang untuk mengusir ular. Belerang akan membuat kulit ular iritasi sehingga pastinya ular akan menjauh dari rumah.

Semprot Parfum, Kayu Manis atau Minyak Cengkeh

Selain dengan aroma menyengat seperti cuka, Anda bisa menyemprotkan pewangi ruangan atau parfum di tempat rawan untuk mencegah ular masuk ke dalam rumah.

Memelihara Rakun atau Kucing

Rakun adalah hewan predator alami yang memakan ular. Jika sulit bagi Anda untuk menemukan rakun, kucing bisa menjadi pilihan alternatif. Namun kucing tidak bisa menjadi cara mengusir ular yang efektif. Karena kucing tidak bisa memakan jenis ular yang berukuran besar dan berbisa.

Baca Juga:  Program Beasiswa Premier Oil Anambas Gelar Festival Pesona Seni Budaya Melayu

Lanjut Elkadar, jika rumah warga sangat rawan untuk dimasuki ular, maka harus mengetahui jenis-jenis ular yang sering masuk ke dalam rumah. Apalagi jika rumah warga ada di sekitar rawa dan sawah yang menjadi tempat hidup dari ular-ular. Tidak sedikit ular yang berbahaya juga masuk ke dalam rumah. Berikut jenis-jenis ular yang sering masuk ke dalam rumah :

  1. Ular Tanah, ular yang hidup di tanah ini sering masuk ke rumah dalam kondisi tertentu. Memiliki panjang 80 – 120 cm dan berbisa menjadikan ular ini cukup berbahaya karena warnanya yang menyerupai tanah.
  2. Ular Hijau, ular yang memiliki habitat di pepohonan. Jika ular ini masuk ke dalam rumah, itu berarti habitatnya sudah rusak atau dirusak.
  3. Ular Kobra, ular yang paling beresiko karena semburannya bisa membunuh manusia dalam sekejap. Beberapa waktu lalu sempat ada fenomena ular kobra yang masuk ke dalam rumah. Jika ular kobra masuk ke rumah warga, maka segera diusir.
  4. Ular Welang, jenis ular yang sering masuk ke dalam rumah dan berbisa. Racun yang terkandung di dalam ular ini adalah neurotoxin. Ular ini memiliki kulit bergaris hitam dan kuning dengan ukuran 2 – 3 meter.
  5. Ular Weling, kasus ular weling masuk ke dalam rumah sering ditemui di tengah-tengah pemukiman warga. Ular weling ini merupakan jenis ular yang tidak seagresif ular lainnya.
  6. Ular Pipa, ular yang sering ditemui saat terjadi banjir. Walaupun tidak berbisa, ular berukuran 50 – 60 cm ini juga harus menjadi perhatian jika masuk ke dalam rumah.

Jika mengalami kejadian ular masuk ke dalam rumah, usahakan warga tidak panik dan segera menemukan pertolongan. Apalagi jika yang masuk adalah ular berbisa, segera panggil pihak berwenang seperti TRC BPB Damkar Natuna atau pawang ular yang memiliki kemampuan untuk menjinakkannya. (KP).


Laporan : Johan


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *