“Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) wilayah Riau dan Kepulauan Riau kini diarahkan pada penciptaan kepemimpinan berbasis keadilan ekologis serta advokasi disparitas infrastruktur daerah.”
PEKANBARU – Ketua Umum Badan Koordinasi (Badko) HMI Riau-Kepri, Wiriyanto Aswir, menetapkan revitalisasi pendidikan perkaderan dan integrasi wawasan keadilan sosial serta keadilan ekologis sebagai agenda prioritas kepengurusan periode ini.
Dalam wawancaranya bersama koranperbatasan.com via Whatsapp pada Jumat, 13 Februari 2026, Wiriyanto menegaskan bahwa orientasi kepemimpinan HMI harus mampu menjawab tantangan lingkungan dan kesenjangan sosial yang terjadi di dua provinsi tersebut.
Wiriyanto menguraikan bahwa implementasi gerakan pelestarian lingkungan atau “Green Policing” di wilayah Riau dan Kepulauan Riau akan dijalankan secara terstruktur melalui instruksi langsung kepada seluruh HMI Cabang. Menurutnya, basis gerakan lingkungan ini harus berakar kuat di tingkat cabang sebagai ujung tombak organisasi.
Dalam tinjauan makro terhadap pembangunan daerah, Wiriyanto menyoroti adanya ketimpangan signifikan yang memerlukan atensi serius pemerintah. Pihaknya mengidentifikasi sektor infrastruktur serta akses masyarakat terhadap pendidikan dan ekonomi sebagai titik krusial yang mengalami disparitas. Hal ini menjadi landasan bagi Badko HMI Riau-Kepri untuk memposisikan diri sebagai jembatan strategis antara kepentingan rakyat dan pemegang kebijakan.
Namun, Wiriyanto mengakui adanya hambatan struktural dalam menjalankan fungsi advokasi tersebut. Pihaknya mengungkapkan bahwa tantangan terbesar saat ini meliputi akses terhadap sumber daya organisasi, soliditas kepengurusan, serta minimnya dukungan pemerintah terhadap organisasi kemahasiswaan. Padahal, menurutnya, organisasi mahasiswa merupakan inkubator bagi stok pemimpin masa depan.
“Bila peran mahasiswa ini dianggap strategis, maka mahasiswa dapat mengadvokasi situasi sosial di masyarakat kepada pemerintah. Sebaliknya, mahasiswa juga dapat berfungsi sebagai penyuluh strategi pemerintah kepada masyarakat,” ujar Wiriyanto, menekankan fungsi ganda mahasiswa dalam pembangunan daerah.
Guna memastikan konsistensi gerakan di tengah tantangan tersebut, Badko HMI Riau-Kepri menerapkan mekanisme koordinasi intensif. Wiriyanto menjelaskan strategi internal yang mencakup rapat rutin dan komunikasi mingguan dengan seluruh Ketua Umum Cabang. Langkah ini diambil untuk menginventarisir persoalan di daerah secara real-time dan memberikan dukungan moril guna menjaga soliditas advokasi sosial.
Menutup keterangannya, Wiriyanto menyampaikan visi jangka panjang bagi pergerakan mahasiswa di Bumi Lancang Kuning dan Bumi Segantang Lada. Pihaknya menekankan pentingnya aktivisme perkaderan sebagai jalan dakwah yang berkelanjutan.
“Target konkret yang dicanangkan adalah pembentukan komisariat dan cabang baru di seluruh kabupaten/kota, serta penguatan struktur yang sudah ada. Sebagai langkah taktis, Badko HMI Riau-Kepri tengah mempersiapkan agenda coaching instruktur yang diharapkan mendapat respons positif dari seluruh cabang,” Pungkasnya. (KP).
Laporan : Dhitto










