“Nilai kepahlawanan di era modern tidak lagi diukur dari perjuangan bersenjata, melainkan dari semangat mengisi kemerdekaan dengan karya dan prestasi.”
NATUNA – Kepala Sekolah SMPN 1 Bunguran Timur, Zurna, S.Pd., menegaskan makna pahlawan di masa kini telah bergeser. Jika dahulu pahlawan berjuang dengan senjata melawan penjajah, maka kini para pelajar berjuang melalui prestasi, pengembangan potensi diri, dan kontribusi positif bagi masyarakat.
Menurutnya, menjadi pahlawan di era digital berarti mampu memanfaatkan kemerdekaan dengan bijak dan berperilaku sesuai nilai-nilai karakter bangsa.
“Kalau dulu pahlawan berjuang dengan bambu runcing melawan penjajah, sekarang perjuangan anak-anak didik sudah bergeser. Mereka berjuang dengan cara mengembangkan potensi diri dan mengisi kemerdekaan ini sebaik mungkin,” ujar Zurna saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat, 07 November 2025.
BACA JUGA : Jangan Lupakan Nilai Perjuangan Para Pahlawan Bangsa
Ia menjelaskan, perjuangan generasi muda kini adalah bagaimana memanfaatkan kemerdekaan dengan maksimal melalui kemampuan yang dimiliki.
“Mudah-mudahan mereka bisa mengembangkan potensi diri dan memanfaatkan perjuangan di zaman yang sudah merdeka ini dengan sebaik-baiknya,” tambahnya.
Terkait kegiatan sekolah, Zurna menyampaikan pihaknya tidak mengadakan acara khusus untuk memperingati Hari Pahlawan, namun kegiatan tersebut akan diselaraskan dengan peringatan Hari Guru Nasional.
“Kami akan mengadakan kegiatan seperti senam bersama untuk anak-anak. Itu bagian dari cara kami menanamkan semangat kebersamaan dan jiwa pahlawan masa kini,” jelasnya.










