JAKARTANASIONALPERISTIWA

Kapolri Antar Kepergian Eyang Meri Penuh Keteladanan

5
×

Kapolri Antar Kepergian Eyang Meri Penuh Keteladanan

Sebarkan artikel ini
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri pemakaman Meriyati Hoegeng di TPBU Giritama Bogor

“Kepergian Meriyati Hoegeng meninggalkan pesan moral mendalam bagi institusi Polri tentang integritas, keteladanan, dan pengabdian kepada masyarakat.”

JAKARTA – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menghadiri langsung prosesi pemakaman Meriyati Hoegeng atau Eyang Meri, istri mantan Kapolri Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso, di Taman Pemakaman Bukan Umum (TPBU) Giritama, Tonjong, Bogor, Jawa Barat, sebagai bentuk penghormatan atas keteladanan keluarga besar Hoegeng bagi institusi Polri.

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa sosok Eyang Meri memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai moral dan integritas bagi keluarga besar Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Dalam beberapa kesempatan pertemuan, almarhumah Eyang Meri selalu menyampaikan pesan sederhana namun sarat makna kepada jajaran Polri.

“Beliau selalu berpesan di setiap acara kami, jadilah polisi yang baik, memiliki integritas, dan polisi yang bisa melindungi serta mengayomi,” ujar Sigit usai prosesi pemakaman.

Kapolri juga mengenang momen saat melayat ke rumah duka, di mana keluarga memutar rekaman suara Eyang Meri yang berisi pesan khusus bagi institusi Polri.

“Tadi malam kami mendengarkan langsung suara beliau yang direkam oleh Mas Rama. Pesannya jelas, jadilah contoh teladan dan mulailah dari diri sendiri. Ini menjadi spirit bagi kami seluruh keluarga besar Polri,” kata Sigit.

Menurut Kapolri, pesan tersebut merupakan amanah sekaligus wasiat yang harus terus dijaga dan dikumandangkan di seluruh jajaran Polri di mana pun bertugas.

“Pesan terakhir beliau adalah, tolong jaga dan titip institusi Polri. Ini amanah besar bagi kami semua,” tegasnya.

Kapolri menekankan bahwa pesan Eyang Meri memiliki makna mendalam dan relevan dengan tugas pokok Polri, yakni memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

Baca Juga:  Majelis Taklim Desa Tebang Gelar Pengajian, Perkuat Keimanan dan Silaturahmi

“Sebagaimana doktrin kami menjaga tata tentrem kerta rahardja. Warisan nilai dari keluarga Hoegeng akan terus menjadi api semangat bagi Polri,” tutup Sigit. (KP).


Laporan: Ides


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *