NATUNAPENDIDIKAN

Damkar Natuna Tanamkan Edukasi Kebakaran Sejak Dini

20
×

Damkar Natuna Tanamkan Edukasi Kebakaran Sejak Dini

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Kadis Damkar) Kabupaten Natuna, Syawal, S.E., dan potret dan sosialisasi pencegahan kebakaran kepada pelajar, Rabu (4/2/2026).

“Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Natuna aktif menanamkan kesadaran pencegahan kebakaran kepada pelajar sejak usia dini melalui edukasi langsung di lingkungan Damkar.”

NATUNA – Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Kadis Damkar) Kabupaten Natuna, Syawal, S.E., menegaskan bahwa pembinaan dan sosialisasi pencegahan kebakaran kepada pelajar merupakan bagian dari tugas dan fungsi utama Damkar dalam membangun kesadaran masyarakat sejak dini.

Syawal menjelaskan, kegiatan pembinaan tersebut menyasar pelajar dari berbagai jenjang, mulai dari anak usia dini hingga tingkat sekolah menengah atas. Namun, materi yang diberikan disesuaikan dengan usia dan tingkat pemahaman peserta.

“Untuk anak usia dini seperti PAUD dan TK, fokus kami lebih kepada pengenalan alat pemadam kebakaran, fungsi-fungsinya, serta mengenalkan apa itu Damkar dan tugasnya,” ujar Syawal saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (4/2/2026).

Sementara untuk pelajar tingkat SMP dan SMA, materi sudah mencakup praktik dan simulasi penanganan kebakaran. Mulai dari cara memadamkan api menggunakan selimut api, hingga penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

Berbeda dengan program police goes to school, kegiatan edukasi Damkar Natuna hingga saat ini masih bersifat kunjungan sekolah ke kantor Damkar. Sekolah mengajukan surat permohonan, kemudian jadwal disepakati bersama sesuai kondisi dan kebutuhan.

“Biasanya sekolah menyurati kami. Kadang hari ini menyurati, besok sudah kami akomodir. Selama ini yang paling aktif memang sekolah-sekolah usia dini,” jelasnya.

Syawal menyebut, hampir seluruh TK di wilayah Ranai telah mengikuti kegiatan ini, termasuk TK Pembina, TK Pertiwi, hingga TK di wilayah Bunguran Selatan dan Bunguran Timur Laut. Edukasi kebencanaan ini juga sejalan dengan kurikulum tambahan dari Dinas Pendidikan yang memuat pengenalan kebencanaan di sekolah.

“Kalau kebakaran, sekolah biasanya ke Damkar. Kalau kebencanaan lainnya, ke BPBD. Jadi saling melengkapi,” tambahnya.

Baca Juga:  33 Pelajar Natuna Jalani Pendidikan Paskibraka 2025, Wabup Jarmin: “Kalian Adalah Teladan Generasi Muda”

Ke depan, Damkar Natuna berharap edukasi ini mampu membentuk pola pikir dan kebiasaan anak-anak agar peduli terhadap bahaya kebakaran, baik di lingkungan rumah maupun alam.

“Harapannya tertanam sejak dini. Saat dewasa nanti mereka paham tidak membuka lahan dengan cara membakar, memahami instalasi listrik yang aman, dan punya kepedulian terhadap pencegahan kebakaran,” tegas Syawal. (KP).


Laporan: Dini


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *