NATUNAPENDIDIKANSIMPAI NEGERI

Digitalisasi Pembelajaran Dorong Inovasi Guru SMPN 1 Bunguran Timur

915
×

Digitalisasi Pembelajaran Dorong Inovasi Guru SMPN 1 Bunguran Timur

Sebarkan artikel ini
Kepala Sekolah SMPN 1 Bunguran Timur, Zurna, S.Pd., saat diwawancara Koran Perbatasan, di ruang dinasnya, Rabu, 08 Oktober 2025.

“SMP Negeri 1 Bunguran Timur terus memperkuat kualitas pendidikan dengan menyesuaikan program pembelajaran terhadap anggaran yang ada, sekaligus mengedepankan peningkatan kompetensi guru serta karakter peserta didik di era digitalisasi.”

NATUNA – Kepala Sekolah SMPN 1 Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, Zurna, S.Pd., menjelaskan sekolah yang dipimpinnya berkomitmen meningkatkan mutu pendidikan dengan menyesuaikan program tahunan berdasarkan ketersediaan anggaran. Fokus utama diarahkan pada peningkatan kualitas guru melalui pelatihan, workshop, serta penyesuaian terhadap kurikulum merdeka yang kini dikembangkan menjadi pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning).

Menurut Zurna, seluruh program sekolah disusun berdasarkan kemampuan anggaran yang tersedia setiap tahunnya.

“Memang setiap tahun program kami sesuaikan dengan anggaran yang ada. Untuk peningkatan kualitas guru, kami rutin mengadakan kegiatan pelatihan dan workshop internal. Kami ingin guru-guru memiliki kemampuan maksimal agar bisa memberikan layanan pembelajaran terbaik untuk anak-anak,” ungkapnya kepada Koran Perbatasan, Rabu, 08 Oktober 2025.

Zurna menjelaskan pendidikan karakter di SMPN 1 Bunguran Timur tidak hanya terfokus pada mata pelajaran tertentu, melainkan diintegrasikan ke seluruh mata pelajaran.

“Semua guru wajib mengajarkan nilai-nilai karakter di kelas masing-masing. Anak-anak kami biasakan disiplin, menjaga kebersihan, serta berani bertanggung jawab. Ada kegiatan kerohanian dan piket kelas maupun lingkungan sekolah yang menjadi wadah penerapan karakter,” jelasnya.

Zurna juga menyampaikan inovasi sekolah dalam bidang digitalisasi pembelajaran. Sudah menerapkan pembelajaran berbasis digital, terutama di pelajaran TIK. Anak-anak belajar langsung di laboratorium komputer.

BACA JUGA : Pendidikan Jadi Kunci Kemajuan Natuna ke Depan

“Untuk pelajaran lain, guru juga sudah mulai menggunakan infocus dan membuat bahan ajar interaktif digital,” ujarnya.

Kata Zurna perubahan ini tidak hanya untuk pelajaran TIK. Dulu digital hanya pelajaran informatika, sekarang semua mata pelajaran diharapkan ikut beradaptasi dengan era digital.

Baca Juga:  Fokus Pembangunan Karakter, SDN 004 Ceruk Terapkan Metode Holistik untuk Atasi Kesenjangan Belajar

Zurna memastikan dalam menghadapi kesulitan belajar siswa, pihak sekolah melakukan pendampingan khusus. Guru melakukan pemetaan di awal tahun.

“Siswa yang mengalami kesulitan belajar tidak hanya diajar secara klasikal, tapi juga didampingi secara individual,” tutur Zurna.

Sementara itu, untuk penanganan kasus bullying, Zurna menegaskan sekolah sangat konsisten dalam bertindak cepat. Tidak pernah membiarkan kasus seperti itu berlarut-larut.

“Jika terjadi, guru piket, wali kelas, dan guru BK langsung turun tangan. Kami juga selalu melibatkan orang tua untuk mencari solusi terbaik,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *