“SDN 004 Ranai menyiapkan program pesantren kilat Ramadan untuk memperkuat ibadah dan karakter religius siswa di Kabupaten Natuna.”
NATUNA – Kepala Sekolah SDN 004 Ranai, Suparmi, S.Pd., menyampaikan bahwa pihak sekolah telah menyiapkan kegiatan pesantren kilat bagi siswa sebagai bagian dari pembinaan keagamaan menjelang Ramadan di Kabupaten Natuna.
Suparmi menjelaskan, program pesantren kilat akan dilaksanakan dengan pembagian jenjang kelas. Untuk siswa kelas 1 hingga kelas 3, kegiatan belajar dilakukan dari rumah. Sementara siswa kelas 4 sampai kelas 6 akan mengikuti kegiatan pesantren kilat di sekolah selama tiga hingga empat hari.
“Yang pertama-tama kami menyiapkan anak untuk pesantren kilat. Kalau kelas 1 sampai kelas 3 itu belajarnya di rumah. Nah, kalau kelas 4 sampai kelas 6 masuk, tiga hari atau empat hari kami pesantren kilat, kemudian belajar aktif,” ujarnya saat ditemui di ruang kerja, Kamis (11/2/2026).
Ia menjelaskan, selama kegiatan pesantren kilat, siswa akan mengikuti berbagai aktivitas keagamaan seperti ceramah agama, tadarus Al-Qur’an, serta bimbingan membaca Al-Qur’an. Guru-guru agama akan dijadwalkan secara khusus untuk mengisi materi.
“Di pesantren kilat itu ada ceramah agama, ada tadarus, kemudian guru-guru yang sudah ditetapkan dari guru agama hari ini siapa yang masuk untuk pesantren kilat. Ada yang khusus baca Al-Qur’an, ada yang untuk ceramah. Macam-macamlah selama pesantren kilat,” jelasnya.
Terkait susunan jadwal guru pengisi kegiatan, Suparmi mengatakan saat ini masih dalam tahap perencanaan dan akan disusun sebelum masa libur sekolah dimulai.
“Kalau sekarang belum diadakan susunan untuk siapa yang masuk itu belum ada. Nanti sebelum libur baru kami menyusun jadwal untuk pesantren kilat. Libur sekolahnya mulai tanggal 17,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan pesantren kilat tidak hanya menjadi agenda rutin tahunan, tetapi benar-benar mampu memotivasi siswa untuk meningkatkan ibadah selama Ramadan, baik di sekolah maupun di rumah.
“Saya berharap guru yang mengisi pesantren kilat betul-betul mengajak anak-anak untuk beribadah puasa. Mudah-mudahan dengan adanya pesantren kilat, anak-anak menjadi termotivasi untuk beribadah, baik di rumah maupun di sekolah,” katanya.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya pembiasaan ibadah seperti salat tarawih dan tadarus Al-Qur’an di luar jam sekolah, mengingat pelaksanaan pesantren kilat di sekolah hanya berlangsung selama tiga hingga empat hari.
“Pesantren kilatnya paling-paling empat atau tiga hari. Jadi tentang salat tarawihnya, tentang tadarusnya di luar sekolah itu tetap kami harapkan berjalan,” tutup Suparmi. (KP).
Laporan: Dini










