“H. Muhammad Rizal, pengurus Masjid Ibnu Salim Ranai Darat, menjelaskan tradisi malam Syakban sebagai momen doa keselamatan dan persiapan menyambut Ramadan.”
NATUNA – H. Muhammad Rizal, salah satu pengurus Masjid Ibnu Salim Ranai Darat, menjelaskan bahwa tradisi malam Syakban rutin digelar setiap Jumat terakhir bulan Syakban sebagai bentuk doa keselamatan dan persiapan menyambut bulan Ramadan. Kegiatan ini merupakan momen penting bagi warga Ranai Darat untuk memohon agar wilayahnya terhindar dari bencana serta menjalani Ramadan dengan sehat dan lancar.
Tradisi malam Syakban di Ranai Darat sudah menjadi agenda rutin masyarakat setempat. Menurut H. Muhammad Rizal, kegiatan ini tidak hanya sekadar tradisi, tetapi juga menjadi sarana spiritual untuk memohon keselamatan dan keberkahan menjelang Ramadan.
“Ini tujuannya semata-mata untuk menyambut Ramadan. Tradisi ini memang kita laksanakan setiap tahun. Selain itu, kita berdoa agar Tuhan tidak menurunkan bala di daerah kita,” ujar H. Muhammad Rizal saat ditemui di teras Masjid Ibnu Salim, Kamis (12/2/2026).
Acara ini digelar secara sederhana di masjid, surau, dan musala di Ranai Darat. Seluruh masyarakat setempat ikut berpartisipasi dalam doa bersama, memohon kesehatan dan kelancaran menjalani ibadah puasa Ramadan.
“Harpan kita ke depan, pertama, kita sehat walafiat semua dan bisa melaksanakan ibadah di bulan Ramadan tanpa kekurangan satu apa pun. Kedua, semoga Ramadan kali ini menjadi yang terbaik, karena kita tidak tahu apakah kita bertemu Ramadan berikutnya,” tambah Rizal.
Malam Syakban ini menjadi wujud kearifan lokal dan memperkuat kebersamaan antarwarga, sekaligus menjaga nilai-nilai keagamaan yang telah diwariskan turun-temurun. Meski kesederhanaannya terasa, tradisi ini memiliki makna mendalam bagi warga Ranai Darat, sebagai sarana refleksi diri dan persiapan spiritual menjelang bulan suci. (KP).
Laporan: Dini










