BATAMINFO PEMBANGUNANKABAR UTAMANASIONALPENDIDIKANRAGAM DAERAH

SDIT At-Thoriq Perkuat Pendidikan Agama Digital

223
×

SDIT At-Thoriq Perkuat Pendidikan Agama Digital

Sebarkan artikel ini
Wakil Kesiswaan SDIT At-Thoriq Kecamatan Sei Beduk, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Mardian Aries, S.Pd.,

“SDIT At-Thoriq Kecamatan Sei Beduk menegaskan komitmennya memperkuat pendidikan agama yang terintegrasi dengan pembelajaran digital dan pendampingan siswa secara intensif.”

 

BATAM – Wakil Kesiswaan SDIT At-Thoriq Kecamatan Sei Beduk, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Mardian Aries, S.Pd., menegaskan bahwa penguatan nilai keagamaan tetap menjadi prioritas utama sekolah, seiring dengan pengembangan pembelajaran berbasis digital dan peningkatan kompetensi guru.

Mardian Aries menjelaskan, sebagai sekolah dasar Islam terpadu, SDIT At-Thoriq menempatkan pendidikan agama sebagai fondasi utama dalam proses pembelajaran. Nilai-nilai keislaman terus diperkuat sejak dini, bersamaan dengan pembelajaran dasar akademik.

“Kalau kami sebagai sekolah SDIT, yang pertama tentu agamanya dulu yang kami kuatkan,” ujar Mardian saat ditemui di area sekolah, Sabtu, 10 Januari 2026.

Ia menyebutkan, pembelajaran dasar bagi peserta didik telah diberikan secara bertahap dengan memanfaatkan berbagai media pembelajaran. Selain penggunaan infokus di dalam kelas, sekolah juga memperbanyak praktik pembelajaran di luar ruangan agar siswa lebih aktif dan mudah memahami materi.

“Media pembelajaran sudah digunakan, seperti infokus, dan juga praktik-praktik di luar kelas itu lebih diperbanyak,” jelasnya.

BACA JUGA: SMPN 1 Bunguran Timur Awali Semester Genap Dengan Pagi Ceria

Dalam mendukung inovasi pembelajaran, SDIT At-Thoriq juga telah menerima bantuan dari pemerintah berupa Papan Interaksi Digital (PID). Fasilitas tersebut dimanfaatkan sebagai media pembelajaran digital untuk menunjang pemahaman siswa.

“Kami juga sudah mendapatkan bantuan berupa PID, papan interaksi digital, dan itu digunakan sebagai media pembelajaran untuk anak-anak,” ungkapnya.

Selain sarana, peningkatan kualitas sumber daya guru juga menjadi perhatian. Menurut Mardian, guru-guru di SDIT At-Thoriq terus mengikuti berbagai pelatihan, baik yang difasilitasi pemerintah, sekolah, maupun pelatihan daring.

Baca Juga:  SKK Migas, K3S, dan Star Energy Apresiasi Jurnalis Anambas dalam Media Edukasi

“Bapak-ibu guru sudah mulai menambah pelatihan-pelatihan, baik dari pemerintah, dari sekolah, maupun secara online,” katanya.

Terkait kesulitan belajar siswa, Mardian mengakui hal tersebut merupakan tantangan yang hampir ada di setiap sekolah. Namun, pihak sekolah telah menyiapkan pola pendampingan khusus bagi siswa yang mengalami keterlambatan belajar.

“Kalau ada anak yang kurang cepat tanggap, misalnya belum bisa membaca di kelas satu atau dua, itu biasanya akan diberikan pendampingan khusus di jam-jam tertentu,” jelasnya.

BACA JUGA: SDN 013 Bunguran Timur Perkuat Semangat Belajar

Pendampingan dilakukan langsung oleh wali kelas dan guru terkait. Bahkan, dalam kondisi tertentu, guru membantu membacakan soal serta membimbing siswa menuliskan jawaban sesuai dengan pemahamannya.

“Misalnya anak tahu jawabannya wudhu, tapi cara menulisnya belum tepat, itu tetap kami bantu dan dibimbing supaya benar,” tambahnya.

Dalam hal pencegahan perundungan atau bullying, Mardian menegaskan sekolah menerapkan sikap tegas. Setiap bentuk perundungan, baik disengaja maupun dianggap bercanda, langsung ditindak oleh guru yang mengetahui kejadian tersebut.

“Walaupun katanya main-main, tetap namanya bullying itu salah. Mengejek dengan nama hewan atau fisik itu langsung diperingati oleh guru,” tegasnya.

Kedepan, Mardian berharap kualitas pendidikan di SDIT At-Thoriq semakin meningkat, khususnya dalam menghadapi tantangan era digital. Ia menegaskan sekolah akan terus menyiapkan guru yang kompeten serta fasilitas yang memadai agar siswa tidak gagap teknologi.

“Harapannya pendidikan di sekolah ini lebih baik lagi, anak-anak tidak gagap teknologi, dan guru-guru tetap kompeten di bidangnya,” pungkasnya. (KP).


Laporan : Dini


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *