“Pelestarian budaya Melayu dan pengawasan penggunaan gawai menjadi fokus utama pembinaan siswa di SDN 002 Ranai melalui kegiatan seni, ekstrakurikuler, dan peran aktif guru serta orang tua.”
NATUNA – Wali Kelas I SDN 002 Ranai, Wan Arita, S.Pd., menegaskan sekolah terus menguatkan pendidikan karakter siswa melalui pelestarian budaya Melayu dan pembatasan penggunaan ponsel di lingkungan sekolah demi mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Wan Arita menjelaskan hingga saat ini SDN 002 Ranai masih aktif melaksanakan berbagai kegiatan ekstrakurikuler seni budaya. Di antaranya adalah tarian Mainang Pulau Kampai, Serampang Dua Belas, tarian persembahan, hingga rencana pelaksanaan tarian massal yang melibatkan siswa.
Selain penguatan budaya, pihak sekolah juga memberikan perhatian serius terhadap penggunaan gawai di kalangan siswa. Menurutnya, salah satu langkah tegas yang diterapkan adalah larangan membawa ponsel ke sekolah.
“Satu-satunya jalan ya kita terus mengingatkan kepada siswa dan siswi untuk tidak membawa HP ke sekolah,” ujarnya saat diwawancarai di depan ruang kelasnya, Kamis (29/1/2026).
Ia menekankan bahwa peran orang tua juga sangat penting dalam mengawasi penggunaan gadget di rumah agar tidak disalahgunakan. Sekolah, kata dia, secara konsisten mengingatkan bahwa membawa ponsel ke sekolah tidak dibenarkan.
Terkait komunikasi antara siswa dan orang tua, Wan Arita menjelaskan siswa yang tidak membawa ponsel dapat meminta bantuan guru.
“Kalau tidak membawa HP, siswa menginformasikan ke guru kelas, ‘Pak, hubungi orang tua kami, kami sudah pulang’,” jelasnya.
Dalam bidang seni budaya, ia menilai perkembangan minat siswa cukup baik. Bahkan, di Natuna hampir setiap wilayah telah memiliki sanggar seni. Siswa yang tidak mengikuti ekstrakurikuler di sekolah biasanya tetap aktif mengikuti kegiatan sanggar di luar sekolah.
Wan Arita menegaskan pentingnya menjaga dan melestarikan tarian Melayu agar tidak hilang ditelan zaman. Selain tarian, sekolah juga mengembangkan syair gurindam, seni vokal, bercerita, dan nyanyian bernuansa Islami yang dilantunkan dengan iringan musik Melayu.
Berbagai perlombaan seni budaya juga rutin diikuti oleh SDN 002 Ranai. Ia mengungkapkan bahwa sekolah pernah meraih Juara 1 dalam lomba syair selawat Melayu dan bahkan menyabet Juara Umum karena aktif mengikuti banyak kompetisi.
“Insyaallah kalau ada lomba, kami tidak ketinggalan,” tutupnya. (KP).
Laporan: Dini










