KEUANGANOPINISALAM PERBATASAN

3T Tak Terlihat dalam Narasi Anggaran Nasional

510
×

3T Tak Terlihat dalam Narasi Anggaran Nasional

Sebarkan artikel ini
Kondisi infrastruktur publik di wilayah 3T yang terbengkalai akibat minimnya alokasi APBN.
Ilustrasi kantor pemerintah desa di wilayah perbatasan Indonesia tampak terbengkalai dan tak terurus, mencerminkan minimnya perhatian dari anggaran negara.

Ketika narasi anggaran nasional didominasi oleh wacana pertumbuhan ekonomi dan daya saing global, maka wilayah 3T terpinggirkan secara sistemik. Tidak karena mereka tidak membutuhkan, tetapi karena mereka tidak masuk dalam “imajinasi strategis” para penyusun kebijakan. Symbolic capital milik pusat dalam bentuk lembaga, jaringan, dan narasi nasional, menentukan siapa yang layak dibantu dan siapa yang dilupakan.

Oleh karena itu, untuk mewujudkan keadilan fiskal yang sejati, negara perlu melampaui logika anggaran sebagai alat distribusi teknis. APBN harus dikaji sebagai instrumen yang mencerminkan nilai-nilai keadilan sosial, pengakuan terhadap eksistensi pinggiran, dan koreksi terhadap praktik invisibilisasi yang telah berlangsung lama.

Mengangkat 3T dari ketidaknampakan bukan sekadar soal menambah dana, tetapi juga menggeser pusat wacana dari dominasi pusat menuju rekognisi terhadap pinggiran. Selama 3T tetap berada di luar narasi dominan, maka kebijakan apapun hanya akan mengulang praktik hegemonik yang mengakar.


Oleh : Dhitto Adhitya, Redaktur Koran Perbatasan


Baca Juga:  Biopolitik dalam APBN: Hidup Siapa yang Dianggap Penting?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *