KEUANGANOPINISALAM PERBATASAN

Ketika Angka Ekonomi Tumbuh, Tapi Dompet Rakyat Terus Menipis

417
×

Ketika Angka Ekonomi Tumbuh, Tapi Dompet Rakyat Terus Menipis

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi kontras antara pertumbuhan ekonomi di atas kertas dan kenyataan dompet rakyat yang makin menipis.

Laporan ekonomi menunjukkan pertumbuhan yang menggembirakan, angka-angka hijau terpampang di layar berita. Namun di sisi lain, rakyat kecil justru semakin sering menunduk di depan kasir, menghitung kembali belanjaannya. Ekonomi mungkin tumbuh di atas kertas, tapi dompet rakyat terus menipis di kehidupan nyata.

 

PEMERINTAH dengan bangga mengumumkan kenaikan Produk Domestik Bruto (PDB), membaiknya neraca perdagangan, serta pulihnya investasi.

Tapi bagi sebagian besar rakyat, semua itu tidak mengubah isi kantong mereka. Di warung, jumlah belanja harus dikurangi. Di rumah, cicilan makin menghimpit. Di jalan, transportasi pun jadi beban.

Ada jurang besar antara narasi ekonomi makro dan realita ekonomi mikro. Pertumbuhan ekonomi yang dibanggakan nyatanya hanya dinikmati oleh segelintir pihak.

Sementara rakyat kecil, yang seharusnya mendapat imbas positif, justru terhimpit oleh kenaikan harga, stagnasi upah, dan makin minimnya subsidi.

Baca Juga:  Ketika Rasionalisasi Anggaran Berujung Krisis Dapur: Siapa yang Tanggung Jawab?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *