ANGKA-ANGKA STATISTIK makroekonomi kerap digembar-gemborkan sebagai bukti keberhasilan pembangunan: pertumbuhan ekonomi naik, inflasi terkendali, dan angka kemiskinan menurun secara persentase.
Namun, realita di lapangan berkata lain. Di dapur-dapur rakyat, suara nyaring wajan kosong dan piring makan seadanya jauh lebih jujur daripada papan data kementerian.
Ketimpangan ekonomi di Indonesia kini tak lagi tersembunyi. Ia hadir di meja makan rumah tangga pekerja, di warung kecil pinggir jalan, hingga di kelas-kelas anak-anak yang tak sempat sarapan.
Narasi kemajuan yang dibangun pemerintah tidak selalu menjangkau mereka yang seharusnya menjadi penerima manfaat utama: rakyat biasa.










