KEUANGANOPINISALAM PERBATASAN

Statistik Berkilau, Perut Rakyat Tetap Kosong: Di Mana Keadilan Ekonomi

408
×

Statistik Berkilau, Perut Rakyat Tetap Kosong: Di Mana Keadilan Ekonomi

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi timbangan ekonomi yang tak seimbang: laporan pertumbuhan di satu sisi, kenyataan perut kosong di sisi lain.

DI LAYAR televisi dan lembaran laporan resmi, pertumbuhan ekonomi Indonesia ditunjukkan dalam angka-angka yang tampak meyakinkan. Grafik melambung, indikator makro seperti Produk Domestik Bruto (PDB) diklaim terus naik, dan inflasi relatif terkendali menurut pemerintah.

Namun, di balik semua itu, suara-suara lirih dari dapur rakyat kecil mulai terdengar semakin keras, mereka yang harus menanak nasi tanpa lauk, atau menunda belanja karena harga bahan pokok melonjak sementara pemasukan stagnan.

Pertanyaan mendasarnya: untuk siapa sebenarnya pertumbuhan ekonomi ini?

Konsep pertumbuhan ekonomi semestinya tidak hanya berhenti di atas kertas atau laporan statistik. Ia harus hadir nyata dalam keseharian rakyat.

Jika grafik ekonomi menanjak tetapi angka kemiskinan ekstrem sulit turun, jika surplus APBN diumumkan tetapi bantuan sosial menyusut dan subsidi dipangkas, maka ada yang salah secara struktural dalam distribusi hasil pembangunan.

Baca Juga:  DIMENSI JASMANI DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *