KEUANGANOPINISALAM PERBATASAN

Subsidi Dikepras, Beban Rakyat Menumpuk: Siapa yang Peduli?

423
×

Subsidi Dikepras, Beban Rakyat Menumpuk: Siapa yang Peduli?

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Timbangan klasik tak seimbang, satu sisi berisi tumpukan struk belanja, sisi lainnya hanya uang receh. Simbol tekanan hidup rakyat akibat subsidi yang menyusut.

PEMANGKASAN subsidi oleh pemerintah pusat kembali menjadi kebijakan yang dibungkus dengan dalih efisiensi anggaran.

Namun di balik angka dan statistik yang dirapikan di meja rapat, realitas di lapangan menunjukkan wajah yang berbeda: rakyat kecil kian menjerit, beban hidup menumpuk, dan yang tersisa hanyalah tanya, siapa yang benar-benar peduli?

Subsidi selama ini menjadi pengurang beban langsung bagi warga yang hidup di bawah tekanan ekonomi. Mulai dari subsidi energi, pangan, hingga pendidikan, semuanya memiliki peran vital dalam menjaga daya beli dan akses warga terhadap kebutuhan dasar. Ketika subsidi ini dipotong, maka imbasnya langsung terasa: harga naik, ongkos hidup meningkat, dan kekhawatiran membayangi dapur-dapur sederhana di penjuru negeri.

Sayangnya, pemotongan subsidi sering dilakukan tanpa kompensasi yang memadai. Janji peralihan ke skema bantuan langsung atau subsidi yang lebih tepat sasaran tidak selalu terealisasi di lapangan. Masalah data yang belum valid, birokrasi yang rumit, hingga ketidaksiapan infrastruktur digital menyebabkan warga yang seharusnya dilindungi justru semakin tersisih.

Baca Juga:  Dapur Rakyat Kian Sunyi: Dampak Ketimpangan dari Atas ke Bawah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *