RAGAM DAERAHTANJUNGPINANG

Hujan Imlek Diyakini Bawa Rezeki

5
×

Hujan Imlek Diyakini Bawa Rezeki

Sebarkan artikel ini
Jeruk mandarin tersusun rapi, dan tamu silih berganti datang menyampaikan ucapan selamat tahun baru.

“Hujan yang turun saat Tahun Baru Imlek 2026 di Tanjungpinang diyakini warga Tionghoa sebagai simbol datangnya keberuntungan dan rezeki berlimpah.”

TANJUNGPINANG – Warga Tionghoa di Tanjungpinang menyambut turunnya hujan pada perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili dengan penuh sukacita, Rabu (18/2/2026) malam. Bagi mereka, hujan yang membasahi kota di momen sakral tersebut bukan sekadar fenomena cuaca, melainkan pertanda rezeki dan keberuntungan di tahun yang baru.

Hujan turun sekitar pukul 20.30 WIB saat suasana perayaan Imlek berlangsung hangat di sejumlah kawasan, termasuk tepi Rimba Jaya, Tanjungpinang. Lampion merah menggantung di teras rumah, jeruk mandarin tersusun rapi, dan tamu silih berganti datang menyampaikan ucapan selamat tahun baru.

Seorang warga yang akrab disapa Ama dan Apa menyampaikan keyakinannya mengenai makna hujan di malam Imlek.

“Kami justru senang sekali waktu lihat hujan turun. Dalam kepercayaan kami, air itu simbol rezeki. Kalau hujan turun saat Imlek, itu artinya rezeki akan mengalir sepanjang tahun,” ujarnya kepada Koran Perbatasan, Rabu (18/2/2026).

Menurutnya, dalam filosofi Tionghoa, air melambangkan kekayaan, kesuburan, dan kehidupan. Hujan dipahami sebagai simbol pembersihan dari hal-hal kurang baik di tahun sebelumnya, sekaligus pembuka pintu keberuntungan di tahun yang baru. Keluarganya sejak dahulu selalu berharap turunnya hujan di malam Imlek sebagai pertanda baik.

“Kami anggap ini tanda baik dari langit. Semoga usaha lancar, kesehatan terjaga, dan keluarga selalu harmonis. Hujan ini seperti doa yang turun langsung,” katanya.

Meski hujan turun cukup deras, suasana silaturahmi di kawasan Rimba Jaya tetap berlangsung meriah. Anak-anak bermain di dalam rumah, sementara orang dewasa berbincang santai sambil menikmati kue keranjang dan hidangan khas Imlek.

Baca Juga:  Bupati Natuna Hadiri Pembukaan Pawai Ta'aruf STQH  Ke-X Provinsi Kepulauan Riau

Bagi warga Tionghoa setempat, peristiwa turunnya hujan pada malam Tahun Baru Imlek bukan sekadar kebetulan, tetapi simbol optimisme. Mereka percaya, apa yang terjadi di awal tahun akan menjadi pertanda bagi bulan-bulan berikutnya.

Dengan keyakinan tersebut, masyarakat menyambut Tahun Baru Imlek 2026 dengan harapan besar, semangat baru, serta doa agar rezeki dan keberkahan mengalir sepanjang tahun. (KP).


Laporan: Novita


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *