“Alhamdulillah hubungan kami dengan orang tua sangat dekat. Kami punya grup WhatsApp wali kelas dan wali murid, juga grup besar yang mencakup kepala sekolah, guru-guru, dan wali murid. Di situ kami memberitahu kegiatan sekolah, baik ngaji bersama, tadarusan, pembelajaran, maupun kegiatan luar. Orang tua merasa dilibatkan dan bisa memantau anaknya walaupun tidak datang ke sekolah,” ungkapnya.
Ferri berharap adanya peran lebih dari orang tua dan pemerintah dalam mendukung pendidikan anak.
“Anak-anak yang tidak mondok tidak bisa kami pantau 24 jam. Kami berharap ada pengawasan ketat dari orang tua di rumah maupun di masyarakat. Pemerintah juga kami harap membuat aturan jam keluar malam untuk pelajar sehingga mereka tidak seenaknya,” ujarnya.
Ferri juga berharap peningkatan sarana prasarana dan sumber daya manusia di SMP Nurul Jannah maupun di Kabupaten Natuna secara umum. Adanya pelatihan-pelatihan khusus bagi guru untuk meningkatkan pembelajaran yang interaktif dan kreatif.
“Selama ini guru belajar secara mandiri melihat perkembangan melalui YouTube. Kalau pemerintah bisa membuat pelatihan khusus dan mengumpulkan orang tua, guru, masyarakat, serta pemerintah terkait kasus bullying, kami siap ikut berpartisipasi,” tutupnya. (KP).
Laporan : Nisa










