Kata Deni, di era digitalisasi, guru menghadapi tantangan lebih kompleks. Perubahan perilaku anak, derasnya informasi, serta tuntutan perkembangan zaman mengharuskan guru terus memperkuat karakter peserta didik.
“Guru tetap pahlawan tanpa tanda jasa. Kami berjuang dengan sepenuh hati tanpa embel-embel pangkat ataupun kedudukan,” tambahnya.
Deni juga menitipkan pesan khusus kepada pemerintah agar memberikan perhatian merata kepada guru di seluruh wilayah, termasuk daerah terluar. Ia berharap pemerintah kembali meneladani masa lalu yang dinilainya lebih menghargai perjuangan guru, misalnya melalui penghargaan, rekreasi, atau bentuk apresiasi lainnya. Ia juga menyoroti kondisi guru yang telah pensiun.
BACA JUGA : Raja Ipulidarni: PGRI Rumah Guru dan Tendik
“Banyak guru-guru yang sudah pensiun kini kurang mendapat perhatian. Padahal jasa mereka tidak pernah pudar oleh waktu,” tuturnya.
Menutup pernyataan, Deni berharap seluruh guru di Indonesia, khususnya di Natuna, terus berinovasi dalam menghadapi perubahan zaman.
“Karena semakin banyak perubahan di negeri ini, semakin besar pula tanggung jawab guru dalam mendidik generasi masa depan,” pungkasnya. (KP).
Laporan : Nisa










