“Kabut asap kembali melanda Kabupaten Natuna. Dinas Kesehatan mencatat 172 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada minggu ke-37, meski jumlah tersebut menurun dibandingkan 272 kasus pada minggu sebelumnya. Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar rumah dan menggunakan masker saat harus beraktivitas di luar.”
NATUNA – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna mengimbau masyarakat menggunakan masker dan membatasi aktivitas di luar rumah menyusul kembali munculnya kabut asap di wilayah Natuna. Berdasarkan laporan seluruh Puskesmas, sebanyak 172 kasus ISPA tercatat pada minggu ke-37.
Kabut asap kembali menyelimuti wilayah Kabupaten Natuna. Kondisi tersebut membuat Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna mengingatkan masyarakat agar lebih memperhatikan kesehatan, terutama dengan mengurangi aktivitas di luar rumah dan menggunakan masker.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna mengatakan pihaknya sebelumnya telah membagikan masker kepada masyarakat. Warga yang harus keluar rumah di tengah kondisi kabut asap dianjurkan menggunakan masker sebagai langkah perlindungan.
“Kami sudah mengimbau kepada masyarakat. Karena kabut asap ini, kami sudah membagikan masker beberapa waktu yang lalu. Untuk masyarakat kami imbau untuk tidak melakukan aktivitas di luar kecuali terdesak. Kalaupun keluar dianjurkan untuk memakai masker,” ujarnya kepada koranperbatasan.com, Selasa (22/9/2026).
Imbauan tersebut juga berlaku bagi anak-anak yang saat ini mengikuti kebijakan Belajar dari Rumah (BDR). Dinkes berharap anak-anak benar-benar berada di rumah dan tidak menjadikan BDR sebagai kesempatan untuk melakukan aktivitas di luar.
Di tengah kondisi kabut asap, data Dinas Kesehatan menunjukkan masih terdapat kasus ISPA di sejumlah wilayah Natuna. Berdasarkan rekapitulasi laporan dari seluruh Puskesmas, tercatat 172 kasus ISPA pada minggu ke-37.
Jumlah tersebut mengalami penurunan dibandingkan minggu ke-36 yang mencapai 272 kasus.
“Untuk minggu ke-37 itu kasus ISPA totalnya ada 172 kasus seluruh Kabupaten Natuna. Memang ada penurunan dari minggu ke-36. Kalau minggu ke-36 ada 272, minggu ke-37 ada 172,” jelasnya.
Laporan tersebut berasal dari Puskesmas yang kemudian disampaikan kepada penanggung jawab program ISPA di Dinas Kesehatan. Sementara kasus yang ditemukan setiap hari tetap mendapatkan penanganan di masing-masing Puskesmas.
Untuk penanganan ISPA, pasien diberikan pengobatan berdasarkan gejala yang dialami. Penanganan dilakukan secara simptomatik, seperti obat batuk bagi pasien yang mengalami batuk dan obat pilek bagi pasien dengan keluhan pilek.
“Penanganan ISPA ini simptomatik, artinya penanganan sesuai gejala. Ketika batuk diberikan obat batuk, ketika pilek diberikan obat pilek,” terangnya.
Ia menjelaskan, antibiotik tidak diberikan secara otomatis kepada seluruh penderita ISPA. Pemberian antibiotik dilakukan apabila terdapat indikasi infeksi yang disebabkan oleh kuman.
Sementara mengenai asal kabut asap yang kembali menyelimuti Natuna, Kepala Dinas Kesehatan menyebut kemungkinan masih berkaitan dengan kondisi di wilayah Kalimantan. Ia melihat titik panas atau hotspot di wilayah tersebut masih cukup banyak.
“Kalau kabut asapnya kayaknya masih di Kalimantan. Kita lihat hotspot di Kalimantan masih cukup banyak. Jadi mungkin kabut asap masih di sana,” katanya.
Namun, ia menegaskan informasi mengenai sumber kabut asap tersebut masih perlu dikonfirmasi kepada pihak yang berwenang, termasuk BMKG.
Selain berpotensi mengganggu saluran pernapasan, kabut asap juga dapat menimbulkan keluhan pada mata, terutama bagi masyarakat yang sensitif. Keluhan yang dapat dirasakan antara lain mata terasa perih.
Untuk kondisi saat ini, ia menyebut gangguan fungsi penglihatan secara umum belum terlalu terlihat. Dampak yang lebih terasa adalah terbatasnya jarak pandang.
Dinkes Natuna kembali mengingatkan masyarakat untuk menjaga kondisi tubuh selama kabut asap masih terjadi. Selain menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar rumah, masyarakat dianjurkan memperbanyak minum air putih, mengonsumsi vitamin, serta menjaga pola makan dengan makanan bergizi.
“Untuk masyarakat kita tentu saja tetap menjaga kesehatan, tidak beraktivitas di luar rumah kecuali mendesak dan keluar rumah pun memakai masker. Kemudian banyak minum air putih, minum vitamin, makan makanan bergizi untuk meningkatkan daya tahan tubuh,” pungkasnya.
Laporan: Dini










