KABAR PERBATASANNATUNAPEMERINTAHAN

Kadis Damkar : Proses Pembentukan BPBD Natuna Sudah Sampai Ditingkat Provinsi

×

Kadis Damkar : Proses Pembentukan BPBD Natuna Sudah Sampai Ditingkat Provinsi

Sebarkan artikel ini
Syawal-SE-Kepala-Dinas-Pemadam-Kebakaran-Kabupaten-Natuna

NATUNA (KP),- Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Kadis Damkar) Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, Syawal, SE menyebutkan dalam rangka menyikapi cuaca ekstrem yang terjadi diwilayah Natuna, telah dibentuk Tim Reaksi Cepat (TRC) Bidang Penanggulangan Bencana.

“Pembentukan Tim Reaksi Cepat (TRC) ini merupakan persiapan dari Dinas Pemadam Kebakaran untuk membantu masyarakat jika terjadinya bencana alam seperti puting beliung, banjir dan sebagainya,” sebut Syawal menjawab koranperbatasan.com di ruang dinasnya, Senin, 18 Januari 2021.

Syawal menjelaskan terkait bencana alam yang terjadi, Dinas Pemadam Kebakaran selalu berkoordinasi dengan pihak atau dinas terkait serta TNI-POLRI. “Seperti terjadinya Abrasi di sekitar Pantai Desa Cemaga Tengah, disitu ada dinas terkait dan juga TNI-POLRI. Jadi untuk Dinas Pemadam Kebakaran ada Bidang Penanggulangan Bencana, itulah yang bergerak dilapangan,” jelas Syawal.

Syawal menuturkan Tim Reaksi Cepat (TRC) sudah dibekali dengan kemampuan atau skil dan akan terus melakukan peningkatan kapasitas. Tidak sebatas membantu menyikapi bencana alam, namun Tim Reaksi Cepat (TRC) juga siap siaga dalam menyikapi kejadian tertentu. “Misalnya penyelamatan orang yang mau bunuh diri,” tutur Syawal.

Lebih jauh Syawal mengatakan, untuk saat ini Natuna juga dalam proses pembentukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan pembahasan sudah sampai ditingkat provinsi. Yang pasti sesuai dengan mekanisme dan ketentuan yang berlaku. “Kebijakan daerah itu dianggap memungkinkan tidak untuk kepentingan atau urgensi, sumber daya, termasuk juga kemampuan pengganggarannya. Sesuai dengan tuntutan kebutuhan daerah,” kata Syawal.

Sebagai penutup Syawal menghimbau kepada masyarakat khususnya di Kabupaten Natuna agar menghindari kejadian-kejadian bencana semaksimal mungkin. “Jangan turun ke laut dulu jika angin kencang. Untuk daerah rawan bencana seperti puting beliung maupun banjir, kita selalu ingatkan agar  hati-hati dan siap menghadapi situasi itu,” tutup Syawal. (KP).

Baca Juga:  Natuna Bahas APBD Perubahan Tahun 2021 Angka Dialokasikan Sebesar Rp 1,18 Triliun

Laporan : Johan


📊 Views: 299

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *