“Kegiatan buka puasa bersama di Klenteng Fuk De Chi Penagi menjadi simbol nyata toleransi dan kerukunan umat beragama di wilayah perbatasan Natuna.”
NATUNA – Wakil Ketua Majelis Agama Konghucu Indonesia (MANTIK) Kabupaten Natuna, Budiono, menyampaikan kegiatan buka puasa bersama yang digelar di Klenteng Fuk De Chi Penagi merupakan wujud komitmen menjaga toleransi dan mempererat silaturahmi antarumat beragama di Natuna.
Kegiatan tersebut dilaksanakan bertepatan dengan perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang tahun ini bersamaan dengan bulan suci Ramadan. Momentum itu dimanfaatkan untuk memperkuat hubungan harmonis antara umat Konghucu dan umat Muslim di Penagi, Kelurahan Batu Hitam, Kecamatan Bunguran Timur.
“Tujuannya tak lain dan tak bukan tetap menjaga toleransi. Selama ini toleransi beragama kami di Penagi ini sudah sangat kental dan terjalin sejak lama. Dengan diadakan ini, semoga semakin erat lagi,” ujar Budiono, Minggu (22/2/2026).
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk nyata kebersamaan lintas agama yang sudah menjadi tradisi masyarakat setempat.
“Kita ingin mempererat lagi tali silaturahmi antara umat Konghucu dan warga Muslim di Penagi ini,” katanya.

Pelaksanaan acara dilakukan secara gotong royong tanpa sponsor khusus. Warga menyumbangkan bahan makanan dan tenaga secara sukarela.
“Tidak ada donatur khusus. Kita gotong royong. Ada yang menyumbang ayam, beras, dari teman-teman Muslim juga ada yang menyumbang ikan. Tidak ada sponsorship khusus,” jelasnya.
Biasanya, setiap tahun umat Konghucu membagikan takjil di simpang empat Ranai. Namun karena tahun ini bertepatan dengan Ramadan, kegiatan dipusatkan di Klenteng Fuk De Chi Penagi dan dirangkaikan dengan buka puasa bersama.
Budiono berharap, kegiatan ini menjadi contoh bagi generasi muda agar tetap menjaga nilai kebersamaan dan tidak terkotak-kotak dalam perbedaan.
“Semoga Penagi terus menjadi role model. Terus berdampingan, tidak ada kotak-kotak di antara agama satu dan lainnya. Apalagi Penagi sudah dinobatkan sebagai Kampung Moderasi Beragama, itu harus kita jaga,” tegasnya.
Kegiatan Imlek dan buka puasa bersama tersebut menjadi simbol bahwa kerukunan tetap terpelihara di wilayah perbatasan Natuna. (KP).
Laporan: Dini










