Sementara, Ketua Steering Committee, Datok Wira Setia Utama Drs. Zamzami A. Karim, MA, menegaskan bahwa seluruh usulan peserta berangkat dari niat baik demi keberlangsungan adat dan budaya Melayu.
Saat itu Ketua LAM Kepri Kota Batam, YM Datok Wira Setia Utama Raja Muhammad Amin, turut berbagi pengalaman tentang perjuangan masyarakat adat di Kota Batam, khususnya soal hak atas lahan Kampung Tua dan pentingnya pembentukan Perda LAM sebagai payung hukum daerah.
Menutup rapat kerja, Ketua Umum LAM Kepri Datok Seri Setia Utama H. Raja Alhafiz Raja Ismail menegaskan bahwa amanah pengurus bukan sekadar jabatan, melainkan tanggung jawab besar menjaga marwah lembaga dan masyarakat Melayu di mata dunia.
Dengan berakhirnya Raker ini, LAM Kepri diharapkan mampu menjawab tantangan Society 5.0 tanpa melepaskan adat istiadat sebagai kompas pembangunan manusia Kepulauan Riau. (KP).
Laporan : Ides










