Keesokan paginya, Sabtu 20 Desember 2025, lantai dua Balai Adat dipenuhi atmosfer sakral. Para Hulu Balang LAM berdiri tegap mengenakan ikat kepala merah, menjaga jalannya sidang adat. Di dalam ruangan, suara peserta bergema lantang namun tertib. Sebanyak 97 peserta dari seluruh kabupaten/kota se-Kepri hadir, mengusung tema besar: “Kukuhkan Azam dari Pucuk Hingga ke Akar.”
Asisten I Pemprov Kepri, Tengku Said Arif Fadillah, menegaskan posisi strategis LAM sebagai mitra utama pemerintah dalam menjaga dan mengangkat nilai-nilai budaya Melayu. Ia menyebut hubungan harmonis antara LAM Kepri dan Pemerintah Provinsi sebagai fondasi penting pembangunan daerah berbasis kearifan lokal.
Ketua Panitia Pelaksana Raker, Datok Wira Setia Utama H. Endi Maulidi, menyampaikan bahwa rapat kerja ini menjadi momentum penting menyusun arah strategis organisasi di tengah arus modernisasi.
Pembahasan dibagi ke dalam dua komisi. Komisi I merumuskan program kerja tahunan yang terukur, sedangkan Komisi II fokus pada rekomendasi internal dan eksternal serta penguatan peran LAM sebagai pancang adat istiadat. Setiap masukan peserta, tegas Endi, akan dikaji untuk menjadi bahan penyusunan Perda, Pergub, maupun Peraturan LAM.
Dalam forum komisi, Datok Lela Budaya H. Rida K. Liamsi menyampaikan pesan tegas dan penuh makna, “LAM jangan hanya menjadi payung, tetapi harus menjadi pancang tempat berpaut.” Menurutnya, LAM harus berani mengangkat nilai Kemelayuan dan siap menghadapi tantangan zaman.










