Natuna Akan Ikuti Lomba Membangun Desa Wisata Nusantara

oleh -129 views
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Kabupaten Natuna, H. Hardinansyah, SE, M.Si

NATUNA (KP),- Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Kabupaten Natuna, H. Hardinansyah, SE, M.Si menyebutkan bahwa Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia saat ini sedang mengadakan lomba Membangun Desa Wisata Nusantara.

Kegiatan yang berlangsung mulai dari tanggal 13 Agustus sampai dengan 10 Oktober 2019 tersebut terbuka bagi seluruh Desa Wisata di Indonesia. Dengan tujuan untuk mempromosikan Desa Wisata di Indonesia sebagai salah satu tujuan kunjungan wisata, baik di dalam maupun di luar negeri melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi.

Selain itu, juga untuk mengangkat keanekaragaman potensi unggulan desa di Indonesia sebagai salah satu elemen penting dalam mendukung percepatan pengembangan Desa Wisata, mendorong BUMDesa diseluruh kabupaten/kota bersinergi dengan berbagai elemen dan pemangku kepentingan pariwisata untuk menciptakan daya tarik investasi yang kompetitif.

Desa Wisata yang dapat menjadi peserta lomba dengan kategori berkembang dan mendapatkan rekomendasi dari Dinas Pariwisata Kabupaten/Kota. Peserta lomba dalam hal ini wajib melampirkan Peraturan Desa tentang pembentukan BUMDesa. Peserta adalah Desa yang destinasi wisatanya dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa), dan belum pernah dan tidak sedang mengikuti lomba Desa Wisata tingkat nasional lain.

Peserta wajib menuliskan cerita/story telling tentang aktivitas dan potensi Desa Wisata antara 600-1000 kata. Peserta juga wajib melampirkan link Instagram resmi Desa Wisata dan mengunggah video profil Desa Wisata dari akun youtube resmi milik Desa (durasi maksimum 3 menit). Semua cerita/foto/video merupakan hasil karya desa sendiri dan tidak melanggar HAKI (Hak Kekayaan Intelektual).

“Natuna saat ini lagi kita bahas bersama DPMD. Itu ada kreteria dan persyaratanya yang harus dipenuhi, terutama yang dikelola oleh BUMDesa dan Pokdarwis dan berkembang. Kita sudah ada, seperti di Desa Mekar Jaya dan Batu Kasah,” ujar Hardinansyah.

Sebagai Kadisparbud, Hardinansyah memastikan bahwa Natuna akan mengikuti lomba yang hasil akhirnya nanti diumumkan oleh dewan juri profesional dan independen menganalisa, memilih, mengumumkan pemenangnya pada tanggal 10 Oktober 2019 tersebut. “Ooh ya, kita akan ikuti lomba ini dan akan memotivasi desa-desa untuk terus mengembangkan Desa Wisata sebagai penguatan ekonomi masyarakat desanya,” sebut Hardinasyah menjawab koranperbatasan.com melalui pesan WhatsApp, Rabu, 14 Agustus 2019 pagi.

Menanggapi target pengembangan yang diharapkan melalui ‘Lomba Membangun Desa Wisata Nusantara’ ini seluruh pemangku kepentingan dan elemen pelaku industri pariwisata dapat melihat dari sisi yang berbeda tentang desa, yaitu, perubahan paradigma membangun desa, menjadi desa membangun, akan membuat masyarakat desa memiliki peluang besar untuk membangun desanya sesuai keunggulan desanya.

“Harapan kita kolaborasi antara BUMDesa dengan Pokdarwis, serta seluruh pemangku kepentingan, sehingga mampu mengangkat potensi unggulan desa sebagai salah satu elemen pendukung percepatan pengembangan Desa Wisata untuk percepatan pembangunan desa dan kesejahteraan masyarakat desa,” imbuhnya.

Sebagaimana diketahui latar belakang kegiatan adalah Undang Undang nomor 6 tahun 2014 tentang desa, memanfaatkan modal dasar sebagai negara yang kaya dengan beraneka ragam daya tarik wisata, baik alam, budaya dan buatan manusia sebagai investasi dibidang industri pariwisata. Sebagai momentum pembangunan industri pariwisata di Indonesia berbasis masyarakat. Mendukung program Pemerintah Indonesia untuk memenuhi target kunjungan 18 juta wisatawan asing, dan target perolehan devisa sebesar Rp 260 triliun.

Kepada 10 Desa Wisata yang berprestasi akan mendapatkan bantuan pendirian “Sarana Akomodasi”  (Homestay/Hostel) sebesar Rp 400,000,000,- untuk tahun anggaran 2020, dengan persyaratan penyedian tanah oleh Pemerintah Desa atau Pemerintah Kabupaten/Kota.  Juara 1, 2, 3, akan memperoleh hadiah berupa uang tunai sebesar Rp 20 juta, Rp 15 juta, Rp 10 juta, dan Juara Harapan 1, 2, 3, masing-masing akan memperoleh uang tunai sebesar Rp 5 juta.

Kegiatan lomba ini menghadirkan beberapa Dewan Juri diantaranya, Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kemenpar, Taufik Madjid S.Sos, M.Si (Dirjend PPMD  Kemendesa PDTT), Febby Dt. Bangso, M. Par, Irwan Thamrin (Praktisi Pariwisata) Brigjend Rido Hermawan M.Sc (Dewan Ketahanan Nasional Republik Indonesia).

“Kegiatan ini diadakan oleh Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI, untuk seluruh Desa Wisata di Indonesia,” tutup Hardinasyah. (KP).


Kontributor : Disparbud Natuna