ANAMBASKABAR PERBATASANKEPULAUAN RIAUNASIONAL

Pemadaman Listrik di Anambas Kian Tak Terkendali, Warga Keluhkan Jadwal Tak Sesuai dan Risiko Kerusakan Elektronik

×

Pemadaman Listrik di Anambas Kian Tak Terkendali, Warga Keluhkan Jadwal Tak Sesuai dan Risiko Kerusakan Elektronik

Sebarkan artikel ini
pemadaman listrik bergilir di Anambas akibat kerusakan mesin PLTD
Potret kantor Unit Layanan pelanggan (ULP) PLN Anambas.

ANAMBAS – Warga Kabupaten Kepulauan Anambas kembali harus bersabar menghadapi pemadaman listrik bergilir yang belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir dalam waktu dekat. Pemadaman ini terjadi menyusul kerusakan salah satu mesin pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) milik PLN Unit Tarempa yang menyebabkan defisit daya hingga hampir 1 Megawatt (MW).

Manajer PLN Anambas, Ade, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon WhatsApp pada Kamis malam, 31 Juli 2025, mengungkapkan bahwa gangguan terjadi akibat generator pada salah satu mesin PLTD terbakar. Akibat kerusakan tersebut, PLN terpaksa melakukan pemadaman secara bergiliran di sejumlah wilayah demi mencegah kerusakan yang lebih parah.

“Kita kekurangan daya karena salah satu generator terbakar. Untuk mencegah kerusakan lanjutan, kita lakukan pemadaman bergilir di beberapa lokasi,” jelas Ade.

Dijelaskannya, total mesin yang tersedia di PLTD Tarempa berjumlah lima unit, dengan kapasitas daya maksimal sebesar 4,2 MW. Sementara itu, beban puncak di wilayah Tarempa saat ini tercatat mencapai 3,3 MW. Kerusakan satu mesin yang menghasilkan daya 1 MW menjadikan pasokan listrik defisit.

“Mesin yang rusak itu menghasilkan hampir 1 Megawatt. Beban puncak Tarempa 3,3 Mega, sedangkan kemampuan daya kita setelah satu mesin rusak hanya sekitar 3,2 Mega. Jadi memang tidak cukup,” ujar Ade.

Terkait perbaikan mesin, PLN belum dapat memastikan kapan akan selesai. Menurut Ade, proses perbaikan membutuhkan waktu karena kerusakan cukup berat, yakni generator harus digulung ulang sepenuhnya. Namun pihaknya menegaskan akan berusaha menyelesaikan perbaikan secepat mungkin.

“Kalau saya bilang seminggu, nanti malah enggak selesai. Kami belum bisa pastikan, tapi tim sedang bekerja keras memperbaiki,” tegasnya.


Potret suasana saat pemadaman listrik bergilir terus berlangsung di wilayah Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas, menyusul kerusakan mesin PLTD milik PLN yang menyebabkan defisit daya hingga hampir 1 Megawatt.

Dalam kondisi cuaca panas ekstrem seperti saat ini, beban pemakaian listrik oleh masyarakat juga meningkat, memperparah situasi pemadaman. Hingga kini, PLN belum menerima informasi resmi terkait penambahan pasokan daya dari pusat ataupun provinsi.

Baca Juga:  Bupati KKA, Lakukan Kunker ke Desa Batu Belah

“Fokus kita sekarang hanya pada perbaikan. Belum ada informasi tambahan mesin dari pusat atau provinsi,” kata Ade.

Sementara itu, warga mulai menyuarakan kekecewaan atas jadwal pemadaman yang tidak sesuai dengan informasi yang diberikan oleh pihak PLN. Salah seorang warga Tarempa, Pang (34), menyayangkan ketidaksesuaian tersebut karena berdampak pada kerusakan alat elektronik di rumahnya.

“Jadwal bilang padam jam sembilan malam, tapi kadang jam tujuh sudah mati. Ini sangat mengganggu. Kulkas freezer saya bisa rusak karena listrik naik-turun tiba-tiba,” keluhnya.

Menanggapi hal ini, Ade menjelaskan bahwa ketidaksesuaian jadwal bisa terjadi karena situasi lapangan yang bersifat darurat. Menurutnya, jadwal pemadaman bisa saja dimajukan apabila terjadi lonjakan beban atau kondisi mesin yang memaksa dilakukan penyesuaian cepat.

“Kalau padam lebih awal dari jadwal, biasanya karena kondisi emergensi atau kebutuhan beban meningkat tiba-tiba. Jadi kami alihkan pemadaman ke titik yang sudah dijadwalkan berikutnya,” jelasnya.

Meski demikian, PLN tetap mengimbau masyarakat untuk bersabar dan bijak dalam penggunaan daya listrik selama masa pemadaman ini, sembari menunggu mesin kembali beroperasi secara normal. (KP).


Laporan : Azmi


📊 Views: 9

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *