Zulhidayat menekankan pentingnya pendekatan kolaboratif dan teknokratis, mulai dari penyusunan jadwal kerja (time schedule), pembagian tugas, observasi, hingga pendataan lapangan berbasis formulir.
“Kunci dari pengelolaan yang optimal adalah sinergi antarsektor, didukung oleh sumber daya manusia yang disiplin, profesional, dan berintegritas,” tambahnya.
Zulhidayat juga menegaskan bahwa pengelolaan PSU yang baik akan mendorong kesejahteraan masyarakat secara langsung maupun tidak langsung, melalui optimalisasi layanan publik dan penciptaan potensi investasi dari aset yang sebelumnya belum termanfaatkan secara maksimal.
Pemko Tanjungpinang menargetkan agar hasil identifikasi ini dapat menjadi dasar bagi perumusan kebijakan lanjutan mengenai pemanfaatan dan pengembangan aset daerah, sejalan dengan prinsip tata kelola yang baik (good governance) dan regulasi perundang-undangan yang berlaku. (KP).
Laporan : Ides










