NATUNAPENDIDIKAN

SMP Imam Syafi’i Natuna Fokus Pendidikan Qurani dan Pesantren

×

SMP Imam Syafi’i Natuna Fokus Pendidikan Qurani dan Pesantren

Sebarkan artikel ini
Kepala Sekolah SMP Imam Syafi’i Boarding School Kabupaten Natuna, Opianda Amelta, S.Pd.,

“SMP Imam Syafi’i Boarding School Kabupaten Natuna menegaskan komitmennya menjadikan Al-Qur’an dan Bahasa Arab sebagai fondasi utama pendidikan, seiring penguatan pembelajaran umum berbasis pesantren.”

 

NATUNA – Kepala Sekolah SMP Imam Syafi’i Boarding School Kabupaten Natuna, Opianda Amelta, S.Pd., menegaskan bahwa pendidikan berbasis Al-Qur’an dan Bahasa Arab menjadi prioritas utama di sekolah yang dipimpinnya, tanpa mengesampingkan pembelajaran umum sesuai regulasi Dinas Pendidikan.

Opianda Amelta menjelaskan bahwa SMP Imam Syafi’i Boarding School merupakan sekolah umum berbasis pesantren yang berizin resmi di bawah Dinas Pendidikan. Ia menyebutkan bahwa penguatan pendidikan diniyah berjalan beriringan dengan pembelajaran umum.

“Di SMP Imam Syafi’i Boarding School ini, yang pertama itu Al-Qur’an dan Bahasa Arab. Itu menjadi prioritas utama di samping juga ada pembelajaran umum, karena sekolah ini sekolah umum berbasis pesantren,” ujar Opianda saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (26/1/2026).

Ia menambahkan, sekolah tersebut telah memperoleh status akreditasi C yang terbit pada Desember 2025. Ke depan, pihak sekolah berkomitmen untuk terus berinovasi mengikuti kebijakan Kementerian Pendidikan, sembari tetap meningkatkan kualitas pembelajaran diniyah.

Terkait kurikulum, Opianda menyebutkan bahwa saat ini pihaknya masih menerapkan Kurikulum 2013 (K13). Namun, pembinaan akhlak santri tetap menjadi perhatian utama melalui aktivitas keseharian dan penerapan aturan disiplin khas pesantren.

“Pembinaan akhlak itu dimulai dari kegiatan sehari-hari anak-anak, kemudian aturan-aturan yang kita buat untuk mendisiplinkan para santri dan santriwati,” jelasnya.

BACA JUGA: Pengusaha Natuna Gandeng SMK Produksi Nugget

Mengenai isu perundungan (bullying), pihak sekolah menerapkan pendekatan dialogis dengan memanggil korban terlebih dahulu, lalu pelaku, untuk menyelesaikan persoalan secara bertahap dan edukatif.

“Kalau di sini, kita panggil korban dulu, kita tanya permasalahannya apa, kemudian baru kita panggil pelakunya, lalu kita dudukkan permasalahannya,” ungkap Opianda.

Baca Juga:  Baznas Natuna Salurkan Zakat Mal Kepada 11 Asnaf Ibnu Sabil

Dalam sistem pembelajaran, SMP Imam Syafi’i Boarding School mengajarkan 10 mata pelajaran umum dengan tenaga pengajar lengkap, disertai pelajaran diniyah yang berlangsung dari pagi hingga malam hari. Kegiatan hafalan Al-Qur’an bahkan dimulai sejak waktu Subuh.

“Dari bangun tidur itu sudah ada program, mulai dari shalat malam, Subuh, dzikir pagi, halaqah Al-Qur’an, lalu masuk pembelajaran formal,” katanya.

Sekolah yang telah berjalan selama kurang lebih tiga tahun ini belum memiliki alumni, namun Opianda memastikan angkatan pertama akan lulus pada tahun 2026. Dukungan pemerintah daerah juga telah dirasakan melalui bantuan dana BOS, perangkat pembelajaran digital, serta laptop.

Meski demikian, ia berharap dukungan berkelanjutan terutama untuk penyelesaian pembangunan gedung permanen sekolah yang direncanakan berlokasi di Puak, Kabupaten Natuna.

Di akhir wawancara, Opianda mengajak masyarakat Natuna untuk mempertimbangkan SMP Imam Syafi’i Boarding School sebagai pilihan pendidikan berbasis pesantren yang seimbang antara ilmu agama dan umum.

“Insyaallah tamat dari sini, ananda dibekali hafalan Al-Qur’an sekitar 10 juz, bisa berbahasa Arab, dan memiliki pemahaman ilmu agama yang baik,” pungkasnya. (KP).


Laporan: Dini


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *