NATUNAPENDIDIKAN

Infak Jumat IAI Natuna Salurkan Santunan Duka bagi Mahasiswi

×

Infak Jumat IAI Natuna Salurkan Santunan Duka bagi Mahasiswi

Sebarkan artikel ini
Foto: Dini/Koran Perbatasan — Perwakilan mahasiswa IAI Natuna bersama Lembaga Wakaf Al-Muna Yayasan Abdi Umat Natuna mengunjungi kediaman keluarga Rikza, mahasiswi Program Studi PIAUD semester 5, untuk menyampaikan santunan duka atas meninggalnya sang ayah. Bantuan tersebut bersumber dari program Infak Jumat sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas keluarga besar kampus terhadap mahasiswa yang mengalami musibah.

“Ketua Lembaga Wakaf Al-Muna Yayasan Abdi Umat Natuna, Dallah, S.E., M.E., menjelaskan penyaluran santunan duka kepada Rikza, mahasiswi Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) semester 5 yang kehilangan ayahnya. Bantuan tersebut bersumber dari program Infaq Jumat yang dihimpun secara rutin dari mahasiswa dan pengelola kampus sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama civitas akademika.”

NATUNA – Lembaga Wakaf Al-Muna Yayasan Abdi Umat Natuna kembali menyalurkan santunan kepada mahasiswa yang mengalami musibah. Kali ini, bantuan diberikan kepada Rikza, mahasiswi Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) semester 5, yang tengah berduka setelah ayahnya, Gunawan bin Bujang Fauzi, meninggal dunia di wilayah Kelangan.

Santunan tersebut disalurkan pada Kamis (29/10/2026) melalui dana yang dikumpulkan dalam program Infaq Jumat Lembaga Wakaf Al-Muna Yayasan Abdi Umat Natuna.

Ketua Lembaga Wakaf Al-Muna Yayasan Abdi Umat Natuna, Dallah, S.E., M.E., mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu program kepedulian sosial yang dijalankan lembaganya dengan mengembalikan dana infak kepada mahasiswa yang membutuhkan bantuan ketika mengalami musibah.

“Alhamdulillah, hari ini kami menyalurkan santunan duka dari hasil infak Jumat kepada mahasiswi kami, Rikza, yang orang tuanya baru saja meninggal dunia,” ujar Dallah saat diwawancarai di ruang kerjanya, Jumat (30/10/2026).

Ia menjelaskan, penyaluran kali ini merupakan periode ketiga sejak program tersebut dijalankan. Sebelumnya, bantuan serupa telah diberikan kepada mahasiswa yang mengalami kecelakaan serta mahasiswa yang kehilangan anggota keluarga.

“Jadi, salah satu kegiatan yang selama ini dilakukan oleh Lembaga Wakaf Al-Muna yaitu setiap Jumat melakukan kegiatan sedekah infak. Itu dilakukan oleh mahasiswa Institut Agama Islam dan juga pengelola. Dana tersebut diperuntukkan bagi mahasiswa kita yang mengalami hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya kecelakaan, kemudian orang tua meninggal,” jelasnya.

Menurut Dallah, dana santunan berasal dari infak sukarela mahasiswa yang dikumpulkan melalui Ketua Kelas atau Koordinator Mahasiswa (Kosma) di masing-masing kelas. Selain itu, pengelola juga menyediakan kotak infak di lobi kampus yang dapat digunakan mahasiswa maupun staf untuk menyalurkan sedekah.

Pengumpulan infak dilakukan secara rutin setiap Jumat setelah salat Asar. Besarannya tidak ditentukan karena setiap mahasiswa maupun pengelola diberikan kebebasan untuk berinfak sesuai kemampuan dan keikhlasan masing-masing.

Baca Juga:  IAI Natuna Resmi Berdiri, Yayasan Desak Struktur Segera Dilengkapi

“Infak di sini memang tidak kita tentukan berapa. Seikhlas mereka mau Rp1.000, mau Rp2.000, terserah, bebas. Namun, itu tetap kita lakukan secara kontinu setiap hari Jumat,” ungkapnya.

Dallah menambahkan, penyaluran santunan kali ini diwakili mahasiswa dari beberapa program studi. Di antaranya Indra Arafah dari Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Rama, serta Meri dari PIAUD bersama sejumlah perwakilan mahasiswa lainnya.

Ia menegaskan bahwa bantuan tidak semata-mata dilihat dari kondisi ekonomi penerima. Mahasiswa yang tergolong mampu sekalipun tetap dapat menerima santunan apabila mengalami musibah, terutama ketika menghadapi kedukaan dalam keluarga.

“Kalau untuk mahasiswa yang mampu, kalau memang dalam kondisi duka, itu tetap kita berikan. Karena sebenarnya kita ingin bersilaturahmi. Ketika mereka mengalami duka, kita hadir. Ibaratnya kalau silaturahmi tidak membawa sesuatu yang membahagiakan orang yang sedang berduka, rasanya kurang nyaman,” tuturnya.

Menurutnya, kepedulian dan kehadiran kampus dalam situasi sulit menjadi bagian penting dari tujuan program tersebut. Santunan diharapkan dapat memberikan dukungan moral sekaligus meringankan beban keluarga yang sedang berduka.

Tidak Hanya Santunan Duka, Sasar Mahasiswa Kurang Mampu

Lebih jauh, Dallah menjelaskan bahwa pemanfaatan dana infak tidak hanya diperuntukkan bagi mahasiswa yang mengalami kecelakaan atau kedukaan keluarga. Lembaga juga memiliki rencana membantu mahasiswa yang benar-benar kurang mampu dalam membiayai kuliah atau pembayaran semester.

“Kalau untuk yang memang tidak mampu, dana infak ini selain untuk yang mendapat musibah, juga menjadi target kita. Sekiranya hasil infak ini banyak, bagi mahasiswa yang benar-benar tidak mampu membiayai semester, insyaallah kita bantu juga dari dana itu,” katanya.

Ia mengungkapkan, kondisi ekonomi sebagian mahasiswa menjadi perhatian tersendiri bagi lembaga. Bahkan, pihaknya pernah melihat mahasiswa yang memiliki keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi tetap menunjukkan semangat tinggi untuk melanjutkan pendidikan.

Dallah mencontohkan kepedulian sesama mahasiswa yang secara sukarela mengumpulkan pakaian untuk membantu teman mereka yang membutuhkan.

“Teman-temannya sendiri di kelas itu punya empati yang luar biasa. Bahkan mereka bersama-sama mengumpulkan baju untuk diberikan kepada yang bersangkutan. Memang ada teman-teman kita yang benar-benar tidak mampu, tetapi niatnya untuk kuliah luar biasa,” ungkapnya.

Baca Juga:  STAI Natuna Siapkan Falsafah Keilmuan Menuju Status Institut 

Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi alasan penting bagi Lembaga Wakaf Al-Muna untuk terus mengembangkan pengelolaan infak agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh mahasiswa yang membutuhkan.

Masyarakat Umum Dipersilakan Berinfak

Dallah juga mengajak masyarakat di luar lingkungan kampus untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan sosial tersebut. Menurutnya, program Infaq Jumat tidak seharusnya hanya menjadi gerakan internal mahasiswa dan pengelola IAI Natuna, tetapi dapat berkembang menjadi gerakan kepedulian bersama.

Untuk mempermudah masyarakat yang ingin berdonasi, Lembaga Wakaf Al-Muna Yayasan Abdi Umat Natuna menyediakan fasilitas transfer melalui rekening Bank Syariah Indonesia (BSI). Masyarakat yang ingin menyalurkan infak dan sedekah dapat mentransfer donasi melalui Rekening Infak dan Sedekah 7176665558 Bank Syariah Indonesia (BSI) a.n. Lembaga Wakaf Al-Muna.

“Yang jelas, kita perlu menginformasikan kegiatan ini agar tidak hanya dilaksanakan oleh mahasiswa saja, tetapi masyarakat luar pun bisa ikut serta berbagi dengan masyarakat kita yang memang membutuhkan. Walaupun mungkin tidak banyak yang kita berikan, setidaknya dapat meringankan beban mereka yang sedang berduka,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberlanjutan program sangat bergantung pada partisipasi bersama. Karena itu, lembaga secara berkala melakukan evaluasi untuk menjaga antusiasme mahasiswa dalam menjalankan kegiatan infak.

Selain program santunan dan bantuan biaya kuliah, Lembaga Wakaf Al-Muna juga memiliki rencana jangka panjang berupa pengembangan kebun wakaf. Program tersebut masih menjadi bagian dari rencana kerja lembaga dan belum terealisasi.

Menutup keterangannya, Dallah mengajak mahasiswa, staf pengelola, serta masyarakat luas untuk terus membangun kebiasaan berbagi melalui infak dan sedekah.

“Apa yang kita tanam hari ini nanti akan dituai di akhirat, insyaallah. Infak dan sedekah adalah salah satu yang akan menjadi amal jariyah kita. Intinya, sedekah yang kita keluarkan hari ini tidak akan pernah sia-sia,” pungkasnya.

Ia berharap kepedulian sosial tersebut dapat terus tumbuh sehingga mahasiswa yang sedang menghadapi kesulitan tidak merasa sendirian dan tetap memperoleh dukungan dari lingkungan sekitarnya.

Melalui program Infaq Jumat, Lembaga Wakaf Al-Muna Yayasan Abdi Umat Natuna berupaya menjadikan kegiatan berbagi bukan sekadar mengumpulkan dana, melainkan sarana memperkuat solidaritas, kepedulian, dan kebersamaan di lingkungan kampus maupun masyarakat.


Laporan: Dini


📊 Views: 12

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *