NATUNAPENDIDIKAN

PBAK 2026 STAI Natuna Dorong Mahasiswa Baru Ciptakan Peluang

×

PBAK 2026 STAI Natuna Dorong Mahasiswa Baru Ciptakan Peluang

Sebarkan artikel ini
Ketua Panitia PBAK STAI Natuna, Airiel Alfharysy, menyampaikan sambutan saat pembukaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2026 di aula kampus, Natuna, Senin (31/8/2026). Ia mengajak mahasiswa baru untuk membangun pola pikir positif, tidak minder, berani bertanya, serta menciptakan kesempatan dalam perjalanan pendidikan dan masa depan. KoranPerbatasan.com

“PBAK 2026 STAI Natuna menjadi momentum bagi mahasiswa baru untuk membangun pola pikir positif, tidak mudah mengeluh, serta berani menciptakan peluang dalam perjalanan pendidikan dan kehidupan mereka ke depan.” 

Ketua Panitia PBAK STAI Natuna, Airiel Alfharysy, mengajak 90 mahasiswa baru untuk tidak minder dan tidak mengeluhkan pilihan tempat mereka menempuh pendidikan. Pesan tersebut disampaikan saat pembukaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) STAI Natuna 2026 yang digelar di aula kampus, Senin, 31 Agustus 2026. 

NATUNA — Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Natuna menggelar pembukaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2026 yang diikuti 90 mahasiswa baru. 

Kegiatan tersebut berlangsung di aula kampus dan dihadiri Ketua STAI Natuna, Dr. H. Umar Natuna, S.Ag., M.Pd.I., jajaran pimpinan civitas akademika, Wakil Ketua I, II, dan III, serta para dosen. 

PBAK tidak hanya menjadi kegiatan pengenalan lingkungan dan budaya akademik kampus bagi mahasiswa baru. Kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk memberikan motivasi kepada mahasiswa agar memiliki pola pikir positif, membangun karakter, serta mampu beradaptasi dengan lingkungan perguruan tinggi. 

Dalam sambutannya, Ketua Panitia PBAK STAI Natuna, Airiel Alfharysy, menyampaikan terima kasih kepada pihak kampus yang telah memberikan dukungan dalam mempersiapkan pelaksanaan kegiatan tersebut. 

Ia mengatakan dukungan tersebut tidak hanya berupa materi, tetapi juga masukan dan evaluasi yang membantu panitia dalam mempersiapkan kegiatan. 

“Ini menjadi motivasi kita semua bahwa ketika kita mengerjakan sesuatu, kalau kita tidak bisa, jangan kita malu untuk bertanya. Karena malu untuk bertanya akan sesat di jalan,” tegas Airiel di hadapan mahasiswa baru. 

Ia kemudian berpesan agar mahasiswa baru tetap semangat, menjaga kekompakan antarkelompok, serta menjaga kesehatan hingga seluruh rangkaian kegiatan PBAK selesai. 

Baca Juga:  Babinsa Desa Mekar Jaya Lakukan Pengamanan Pemilihan BPD

Menurut Airiel, mahasiswa juga tidak perlu mengeluh mengenai tempat mereka menempuh pendidikan. Ia menilai setiap orang memiliki jalan masing-masing untuk mencapai kesuksesan. 

“Kawan-kawan tidak boleh mengeluh di mana pun kawan-kawan kuliah. Mungkin di sini kawan-kawan banyak yang ikut tes sekolah. Kawan-kawan tidak boleh mengeluh karena kawan-kawan sudah ada di sini,” tuturnya. 

Airiel kemudian mengutip sebuah kalimat dalam bahasa Inggris yang menurutnya memiliki pesan bahwa apa pun yang menjadi takdir seseorang pada hari ini merupakan sesuatu yang terbaik. 

“Ada kalimat mengatakan, ‘Whatever is Allah is the best today, that is the best.’ Yang artinya apa pun yang menjadi takdir kita hari ini, maka itulah yang terbaik,” katanya. 

Ia menggunakan perumpamaan sederhana untuk menjelaskan bahwa seseorang tidak harus menempuh satu jalan tertentu untuk mencapai tujuan yang sama. 

“Untuk mendapatkan angka empat itu tidak harus 2 + 2. Tetapi 6 – 4 itu bisa juga didapatkan angka 2,” ujarnya. 

Pesan tersebut kemudian diarahkan kepada mahasiswa baru agar tidak merasa rendah diri karena menempuh pendidikan di kampus yang mungkin sebelumnya bukan menjadi pilihan utama mereka. 

Menurut Airiel, kesuksesan tidak ditentukan hanya oleh satu kampus atau satu jalur pendidikan. Setiap orang memiliki jalan kesuksesan masing-masing. 

“Jadi, saya harap kawan-kawan jangan minder, jangan mengeluh kuliah di sini. Kita punya jalan kesuksesan masing-masing,” katanya. 

Ia juga mengingatkan mahasiswa bahwa perguruan tinggi tidak semata-mata menjadi tempat untuk mendapatkan pekerjaan setelah lulus. Lebih dari itu, pendidikan tinggi menjadi ruang untuk memperluas wawasan dan membuka pola pikir dalam memandang kehidupan ke depan. 

“Kuliah ini bukan semata-mata untuk mendapatkan pekerjaan, tetapi untuk membuka pola pikir kita memandang hidup itu ke depan,” ujarnya. 

Baca Juga:  Bhabinkamtibmas Polsek Bunguran Timur Gencar Berikan Himbauan Pencegahan Karhutla

Airiel menilai ekspektasi yang terlalu tinggi terhadap masa depan juga dapat memicu kekecewaan apabila target yang diharapkan tidak tercapai. 

“Ketika kita sudah melakukan hal ini dengan ekspektasi yang tinggi, akan tetapi target yang tidak dicapai tidak sesuai dengan ekspektasi kita, maka kita akan kecewa,” lanjutnya. 

Karena itu, ia mengajak mahasiswa baru untuk tidak hanya menunggu datangnya peluang, tetapi berusaha menciptakan peluang tersebut. 

“Jangan menunggu kesempatan, tetapi kitalah yang menciptakan kesempatan tersebut,” tegas Airiel. 

Pesan tersebut menjadi salah satu penekanan dalam pembukaan PBAK 2026 STAI Natuna, agar mahasiswa baru tidak hanya mampu mengikuti proses akademik, tetapi juga memiliki keberanian untuk bertanya, berpikir positif, menghadapi proses pendidikan dengan percaya diri, dan melihat berbagai kemungkinan untuk masa depan. 


Laporan: Dini 


📊 Views: 32

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *