KEUANGANOPINISALAM PERBATASAN

Sumber Daya Berlimpah, PAD Tetap Rendah: Mengapa Daerah Kaya Tak Pernah Mandiri?

×

Sumber Daya Berlimpah, PAD Tetap Rendah: Mengapa Daerah Kaya Tak Pernah Mandiri?

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi wilayah tambang besar dengan alat berat dan area eksploitasi aktif, kontras dengan desa sekitar yang minim fasilitas dan ekonomi lesu. Gambar ini menggambarkan ketimpangan fiskal dan rendahnya PAD di daerah kaya sumber daya.
Ilustrasi daerah tambang yang kaya SDA dengan kondisi desa sekitar yang masih tertinggal secara ekonomi.

Ketiga, perlu integrasi antara pembangunan SDA dan pemberdayaan ekonomi lokal. Setiap aktivitas ekstraktif harus diwajibkan membangun kemitraan dengan usaha lokal, menyerap tenaga kerja lokal, dan mendukung infrastruktur sosial. Prinsip ini dikenal dalam ekonomi pembangunan sebagai local content fiscal policy.

Keempat, transparansi dan akuntabilitas fiskal harus diperkuat. Daerah perlu memiliki sistem pelaporan yang terbuka agar masyarakat dapat mengawasi bagaimana pendapatan daerah dikelola. Partisipasi publik dalam perencanaan anggaran juga penting untuk memastikan bahwa dana publik digunakan untuk kepentingan bersama.

Kemandirian fiskal bukan hanya soal angka PAD, tetapi soal hak dan keadilan struktural. Selama daerah penghasil tetap berada di bawah bayang-bayang pusat, maka pembangunan akan selalu timpang. Sumber daya boleh berlimpah, tetapi tanpa keadilan fiskal, daerah takkan pernah benar-benar berdiri di atas kakinya sendiri.


Oleh : Dhitto Adhitya, Redaktur Koran Perbatasan


Baca Juga:  Anak Pulau Meraih Harapan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *