PENDIDIKANPONTIANAK

HMI Pontianak Matangkan Training Nasional Berbasis Akademik

×

HMI Pontianak Matangkan Training Nasional Berbasis Akademik

Sebarkan artikel ini
Panitia HMI dan KOHATI Pontianak rapat persiapan training nasional berbasis akademik.

“Panitia Intermediate Training dan LKK Tingkat Nasional di Pontianak mulai mematangkan persiapan dengan menekankan pendekatan akademis dan intelektual dalam proses kaderisasi.”

Panitia pelaksana Intermediate Training dan Latihan Khusus Kohati (LKK) Tingkat Nasional di Pontianak menegaskan komitmennya dalam memperkuat kualitas kader Himpunan Mahasiswa Islam melalui pendekatan akademis, intelektual, dan kepemimpinan strategis.

PONTIANAK – Panitia pelaksana Intermediate Training dan Latihan Khusus Kohati (LKK) Tingkat Nasional mulai mematangkan persiapan menuju pelaksanaan kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada Mei 2026 mendatang.

Rapat persiapan yang digelar pada Selasa (7/4/2026) menjadi langkah awal konsolidasi sekaligus ruang dialektika dalam merumuskan desain kegiatan yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga substantif dan akademis.

Seluruh unsur kepanitiaan yang terdiri dari kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Korps HMI-Wati (KOHATI) terlibat aktif dalam menyusun konsep kegiatan yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya kader.

Dalam forum tersebut, panitia menegaskan bahwa Intermediate Training dan LKK merupakan instrumen kaderisasi lanjutan yang tidak sekadar bersifat seremonial. Kegiatan ini diarahkan sebagai ruang pembentukan nalar kritis, pendalaman analisis, serta penguatan integritas keilmuan kader dalam merespons dinamika sosial, politik, dan keumatan.

Ketua panitia dalam arahannya menyampaikan bahwa kegiatan ini harus mampu melahirkan kader yang memiliki kapasitas epistemologis kuat, mampu membaca realitas secara komprehensif, serta memiliki keberanian intelektual dalam menawarkan solusi terhadap berbagai persoalan kebangsaan.

“Intermediate Training dan LKK bukan hanya proses pengkaderan biasa, tetapi merupakan laboratorium intelektual yang menuntut keseriusan berpikir, kedisiplinan akademik, serta komitmen ideologis yang kokoh,” tegasnya.

Sebagai bentuk konkret dari orientasi akademis tersebut, panitia menetapkan mekanisme seleksi berbasis penulisan makalah atau jurnal ilmiah sebagai syarat utama bagi calon peserta. Langkah ini bertujuan memastikan bahwa peserta memiliki kapasitas analisis serta tradisi keilmuan yang memadai.

Baca Juga:  Sekda Anambas Harap Para Guru Dapat Menjadi Agan Perubahan

Adapun rangkaian kegiatan telah disusun secara sistematis, dimulai dari publikasi proposal pada 7 April 2026, dilanjutkan pengiriman makalah hingga 28 April 2026, seleksi pada 29 April, serta pengumuman kelulusan pada 30 April 2026.

Tahapan berikutnya meliputi screening peserta pada 5 hingga 9 Mei 2026, opening ceremony pada 10 Mei, forum training pada 11 hingga 17 Mei, dan ditutup dengan closing ceremony pada 18 Mei 2026.

Panitia menegaskan bahwa tahapan screening menjadi bagian penting untuk menguji kesiapan ideologis, intelektual, dan mental peserta sebelum memasuki forum training.

Selama forum berlangsung, peserta akan mengikuti berbagai materi strategis, diskursus kritis, serta penguatan kapasitas kepemimpinan kader.

Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang transformasi kader dari sekadar aktivis menjadi intelektual organik yang memiliki kepekaan sosial, ketajaman analisis, serta komitmen kebangsaan.

Panitia optimistis, Intermediate Training dan LKK Tingkat Nasional ini tidak hanya menjadi agenda rutin kaderisasi, tetapi juga menjadi episentrum lahirnya gagasan progresif yang berkontribusi bagi pembangunan bangsa.

Kegiatan ini sekaligus menjadi ajakan terbuka bagi seluruh kader HMI dan KOHATI di Indonesia untuk berpartisipasi aktif dalam memperkuat tradisi intelektual dan peran kader sebagai agen perubahan. (KP).


Laporan: Ade


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *