“Pemilik usaha Raja Seblak di Natuna, Anggi Putri, mengaku belum pernah mengetahui maupun menerima informasi terkait program bantuan pemerintah bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), meskipun telah menjalankan usaha selama lebih dari satu tahun.”
NATUNA – Di tengah berbagai program penguatan UMKM yang digaungkan pemerintah, sejumlah pelaku usaha di lapangan mengaku belum merasakan dampak secara langsung.
Salah satunya disampaikan Anggi Putri, pemilik usaha Raja Seblak yang berlokasi di Jalan Sihotang, Natuna.
“Enggak tahu, Kak. Enggak tahu sama sekali. Kami memang full modal sendiri. Enggak pernah tahu kalau ada bantuan, enggak ada yang menawari juga,” ujarnya saat diwawancara di tempat usahanya, Minggu (28/3/2026).
Anggi menyebut usahanya telah berjalan sekitar satu setengah tahun. Awalnya, ia bersama tim menjalankan usaha minuman teh tarik yang sempat memiliki beberapa cabang. Namun karena kondisi cuaca yang tidak menentu dan berdampak pada penurunan penjualan, mereka memutuskan membuka usaha kuliner lain, yakni seblak.
“Awalnya kami jual teh tarik, tapi karena sering hujan, pendapatan menurun. Jadi kami cari alternatif, akhirnya buka usaha seblak,” jelasnya.
Meski mengaku usaha seblak miliknya mengalami perkembangan, Anggi menyebut tidak semua jenis usaha yang dijalankannya mengalami kondisi yang sama.
“Kalau seblak alhamdulillah ada perkembangan karena banyak anak-anak remaja. Tapi kalau bakso memang terasa agak berkurang,” katanya.
Ia juga mengungkapkan salah satu kendala utama yang dihadapi adalah ketergantungan bahan baku dari luar daerah.
“Barang-barang kami dari luar semua. Kalau kapal belum jalan, itu jadi kendala,” ujarnya.
Pengakuan Anggi terkait tidak diketahuinya program bantuan menjadi sorotan, mengingat pemerintah daerah sebelumnya menyampaikan komitmen dalam mendukung UMKM.
Ia mengaku tidak pernah mendapatkan informasi maupun tawaran bantuan dari pihak terkait.
“Enggak tahu sama sekali. Mungkin kami yang kurang update atau bagaimana, tapi memang tidak ada informasi yang kami terima,” terangnya.
Meski demikian, Anggi berharap pemerintah dapat memberikan kemudahan bagi pelaku usaha, khususnya dalam hal akses permodalan.
“Kalau memang ada bantuan-bantuan untuk pelaku usaha, kami sangat berterima kasih. Itu sangat membantu, terutama dari sisi finansial,” ujarnya.
Anggi berharap dukungan tersebut dapat dirasakan secara merata oleh pelaku UMKM di Natuna.
Kondisi ini menunjukkan bahwa sebagian pelaku UMKM masih berjuang secara mandiri tanpa dukungan program yang dirasakan langsung.
Di tengah upaya pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, keterjangkauan program terhadap pelaku usaha menjadi faktor penting yang turut menentukan efektivitas kebijakan di lapangan. (KP).
Laporan: Dini










