Ungkapan Bupati Terkait Hari Nusantara, Bela Negara, Kesetiakawanan Sosial dan Hari Ibu

oleh -268 views
Bupati-Tanggamus-Hj.-Dewi-Handajani-SE-MM-saat-memipin-upacara

TANGGAMUS (KP),- Pemkab Tanggamus menggelar upacara pengibaran bendera merah putih, dalam rangka memperingati Hari Nusantara, Hari Bela Negara, Hari Kesetiakawanan Sosial dan Hari Ibu. Upacara berlangsung di Lapangan Pemda Tanggamus, Selasa, 17 Desember 2019.

Turut hadir dalam upacara tersebut Bupati Tanggamus, Hj. Dewi Handajani SE, MM, Hi. A. M. Syafii. S.Ag (Wakil Bupati Tanggamus), Mayor Inf Suhada Erwin (Kasdim 0424/Tanggamus), AKBP OCT Hesmu Baroto SIK ( Kapolres Tanggamus), Hi. Faturahman SH (Asisten  I Sekda Tanggamus ), Sukisno (Asisten II Sekda Tanggamus), Drs. Jonsen Vanisa (Asisten III Sekda Tanggamus), Sohiburachman (Ka Lapas Kota Agung ), beserta Kepala OPD, Camat Se-Kabupaten Tanggamus, seluruh Pj dan Kepala Pekon se-Kabupaten Tanggamus dengan peserta upacara utusan dari TNI-Polri dan seluruh instansi.

Bupati Tanggamus, Hj. Dewi Handajani SE, MM dalam amanatnya menyebutkan hari nusantara yang diperingati setiap tanggal 13 Desember merupakan penegasan bahwa Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia. Potensi sumber daya kelautan Indonesia masih belum tergarap secara maksimal, karena itu melalui peringatan hari nusantara ini saya mengajak mari kita hapuskan semua aktivitas yang merusak lingkungan eksploitasi sumber daya kelautan merugikan negara, baik dilakukan oleh masyarakat kita sendiri terlebih lagi oleh bangsa asing.

Kita kata Dwi Handajani, harus memiliki komitmen bahwa laut harus sejahterakan rakyat Indonesia. Kita harus berdaulat diatas laut kita sendiri. Kabupaten Tanggamus memiliki luas laut 1799,5 KM2 dan garis pantai sepanjang 202 KM serta pulau-pulau kecil sebanyak 43 buah. Memiliki arti bahwa potensi kelautan di wilayah Kabupaten Tanggamus sangatlah besar. Pemerintah akan selalu memberikan motivasi dan fasilitasi kepada pelaku usaha bidang perikanan tangkap atau nelayan untuk meningkatkan produksinya agar kesejahteraan rumah tangga perikanan dapat terpenuhi.

Para nelayan lanjutnya, dapat disebut sebagai pahlawan yang tidak hanya meningkatkan bangsa tetapi juga mencerdaskan hasil tangkapan ikannya. Ikan mengandung gizi yang tinggi dengan daya cerna protein 98% lebih baik dari daging. Selain itu asam lemak tak jenuh yang terkandung dalam ikan yaitu atau omega 3  menurunkan kolesterol serta meningkatkan konsentrasi juga mengontrol kemampuan belajar melalui sistem memori.

Dwi Handajani menegaskan, Undang Undang nomor 6 tahun 2016, tentang perlindungan dan pemberdayaan nelayan pembudidaya ikan dan penambak garam yang dijelaskan asuransi akan diberlakukan bagi seluruh wilayah Indonesia. Santunan kecelakaan akibat melakukan aktivitas penangkapan ikan di laut adalah santunan kematian senilai 200 juta serta tetap maksimal 100 juta dan biaya pengobatan maksimal 20 juta. Sedangkan santunan kecelakaan selain melakukan penangkapan ikan di laut adalah santunan kematian, termasuk kematian karena kecelakaan lalu lintas atau penyakit tertentu 160 juta, cacat tetap maksimal 100 juta dan biaya pengobatan maksimal 20 juta.



Oleh karena itu, kata Dwi Handajani pada kesempatan ini akan kita serahkan secara simbolis bantuan premi asuransi nelayan kepada 1.750 orang nelayan Kabupaten Tanggamus selain itu kita serahkan pula bantuan 1 unit alat berat excavator kepada Koperasi Bumi Asih Lestari Kecamatan Cukuh Balak. Bantuan satu paket mina padi seluas 6 hektar kepada P3 Pekon Banyu Urip Kecamatan Wonosobo. Bantuan satu paket budidaya lele bioflok kepada Ponpes Bahrul Ulum Margodadi Sumberejo. Bantuan 54 unit alat tangkap pancing kepada KUD Inti Rakyat.

Sedangkan peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional yang diselenggarakan setiap tanggal 20 Desember merupakan upaya kita untuk mengenang menghayati dan melakukan aksi dengan semangat persatuan kesatuan, kekuatan golongan dan kekeluargaan rakyat Indonesia yang bahu-membahu mengatasi permasalahan dalam mempertahankan kedaulatan bangsa atas pendudukan Kota Yogyakarta sebagai Ibu Kota Republik Indonesia oleh tentara Belanda pada tahun 1948.

Setia kawan dan sosial harus dimulai sejak dini kita harus memulainya dari lingkungan sosial terdekat kita dapat melakukan internalisasi dan eksternalisasi nilai-nilai kesetiakawanan sosial mulai dari lingkungan keluarga masyarakat dan akhirnya pada tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Daerah kita, Kabupaten Tanggamus di beberapa wilayah seringkali terjadi bencana alam. Solidaritas sosial menjadi kata kunci untuk menanggulangi dampak bencana. Penanggulangan bencana alam akan sulit dilakukan tanpa solidaritas sosial. Mungkin kita sulit mencegah terjadinya bencana alam, tetapi kalau kita mau kita bisa membina solidaritas sosial dan bantuan bagi para korban.

Harapan saya semoga rasa kesetiakawanan sosial tidak hanya muncul dikala bencana besar menimpa. Melainkan juga dalam berbagai kesulitan hidup lainnya yang dialami oleh warga Tanggamus khususnya dimanapun kita berada apapun pandangan politiknya, apapun agamanya kita harus senantiasa siap membantu sesama.

Sedangkan pencanangan Gerakan Bela Negara didasarkan pada keputusan Presiden nomor 28 tahun 2006 tentang hari bela negara pada setiap tanggal 19 Desember. Peringatan Hari Bela Negara untuk mengenang berdirinya Pemerintah Darurat Republik Indonesia atau PDRI pada 19 Desember 1958 di Sumatera Barat.

Dalam peringatan bela negara ini saya berharap seluruh elemen masyarakat di Tanggamus senantiasa menggelorakan semangat bela negara dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya masing-masing. Tindakan bela negara tidak hanya dilakukan oleh militer saja tetapi juga warga negara maupun politik dan diplomasi.

Adapun contoh bela negara adalah memberantas aksi pencurian ikan dan kayu oleh warga asing. Ini tindakan bela Negara, karena ratusan juta ton ikan bernilai ratusan triliun dicuri dari wilayah kita. Mewujudkan kedaulatan pangan berdiri diatas kaki sendiri, profesi guru bidan dan tenaga kesehatan di daerah pelosok, perbatasan dan pulau terluar sesungguhnya juga tindakan bela negara yang menjaga Republik Indonesia agar tetap eksis. Bentuk lain yang dapat kita lakukan di tengah masyarakat sebagai tindakan bela negara adalah mencegah ancaman kemiskinan. Pengertian bela negara masa kini adalah ketika kita mampu profesional di bidang masing-masing.

Hari Ibu lahir dari pergerakan perempuan Indonesia diawali dengan kongres perempuan pertama tanggal 22 Desember 1928 di Yogyakarta telah mengukuhkan semangat dan tekad bersama untuk mendorong kemerdekaan Indonesia tema sentral pembahasan kongres perempuan tersebut adalah memperjuangkan hak perempuan dalam perkawinan, melawan  perkawinan poligami dan pendidikan perempuan.

Hakekat peringatan Hari Ibu setiap tahunnya adalah mengingatkan seluruh rakyat Indonesia terutama generasi muda akan arti dan makna hari Ibu sebagai sebuah momentum kebangkitan bangsa penggalangan rasa persatuan dan kesatuan serta gerak perjuangan kaum perempuan yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

Perempuan Indonesia masa kini adalah perempuan yang harus sadar bahwa mereka mempunyai akses dan memiliki kesempatan yang sama dengan laki-laki untuk memperoleh sumber daya seperti akses terhadap ekonomi, politik, sosial dan sebagainya.  Begitu juga pengasuhan dalam keluarga peran dan tanggung jawab laki-laki dan perempuan dalam pengasuhan anak tidak hanya oleh orang tua namun juga perlu didukung oleh semua pihak.

Hari Ibu adalah hari kebangkitan perempuan Indonesia yang merupakan persatuan dan kesatuan kaum perempuan yang tidak terpisahkan dari kebangkitan dan perjuangan bangsa kaum perempuan Indonesia tidak hanya menjadi pengguna hasil pembangunan namun juga ikut berperan melaksanakan dan berpartisipasi di segala aspek pembangunan nasional peran politik berarti ikut serta dalam proses pengambilan keputusan dalam upaya membentuk keluarga masyarakat bangsa dan negara, perempuan mempunyai posisi yang lebih dekat dengan keluarga dan telah menggunakan sebagian besar waktunya untuk anak dan orang tua.

Oleh karena itu kebutuhan spesifik kaum perempuan akan lebih terdukung apabila perempuan memperoleh akses dan manfaat dalam berpartisipasi serta melakukan kontrol di segala aspek pembangunan nasional, perempuan memiliki hak asasi yang sama dan integral dengan hak asasi manusia oleh karena itu perlu dipelihara kodrat harkat dan martabatnya sebagai ibu bangsa yang berhasil membina keluarga yang harmonis dan sejahtera.

Usai upacara dilanjutkan dengan pemberian piala lomba dan bantuan kepada pemenang lomba pengucap Undang Undang Dasar 1945. Lomba pengucap Panca Prasetya Korpri, lomba Senam Etnic Ratu, lomba penyusunan Profil Pekon dan pemberian bantuan sarana dan prasarana perikanan serta louncing mobil pelayanan admistrasi kependudukan. (KP).


Laporan : Arzal



Memuat...