NATUNA (KP),- Berlokasi di Jalan Gusti Mohd. Tahib, Padang Kurak, Kelurahan Bandarsyah, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Sekretariat Satuan Pendidikan Non Formal (SPNF) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Natuna menggelar Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) jenis keterampilan menjahit.
Dalam hal ini, Suniah, S.Sos selaku Kaur Pelatihan dan Kursus SKB Natuna, menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari kecakapan hidup (Life Skill). “Tujuan dari kegitan ini agar siswa atau peserta menjahit ini memiliki keterampilan, bisa meningkatkan perekonomian keluarga,” sebut Suniah menjawab koranperbatasan.com, di ruang dinasnya, Senin, 12 Oktober 2020.
Suniah menjelaskan, PKW keterampilan menjahit tersebut terbuka untuk masyarakat umum, khususnya di Kabupaten Natuna. “Kegiatan ini dimulai dari bulan September dan kita masih menerima peserta sampai bulan Oktober 2020 ini. Jumlah peserta kemungkinan kita batasi mengingat kita ada teori dan praktek, jadi kita tidak mungkin mengulang kembali teorinya. Kita menginkan pada saat prakteknya bersamaan untuk seluruh peserta,” jelas Suniah.
Suniah lanjut menerangkan, PKW keterampilan menjahit di SKB Natuna ini sudah dimulai sejak Tahun 2018 yang lalu. Pada dasarnya PKW keterampilan tersebut hanya untuk siswa-siswi didik saja. Menimbang banyaknya peminat dari masyarakat, maka untuk tahun 2020 ini terbuka untuk umum. “Banyaknya peminat dari masyarakat juga, jadi kami membuka misalnya untuk masyarakat sekitar Padang Kurak, SP, Sungai Ulu yang minat menjahit itu setiap hari sabtu diluar program peserta didik,” terang Suniah.
Suniah juga menuturkan, PKW keterampilan menjait ini tidak dipungut biaya dan SKB Natuna juga menyediakan mesin jahit, benang, jarum, namun untuk bahan kain dibawa masing-masing oleh peserta saat pelatihan. “Peserta kebanyakan dari ibu-ibu. Kita mengadakan hari Sabtu karena waktunya fleksibel,” tutur Suniah.
Menurut Suniah, kegiatan ini sangat bermanfaat dan menjadi bekal bagi masyarakat dalam berwirausaha nantinya. “Dari 20 orang peserta ini, dengan ketekunan Insya Allah bisa. Dan suatu saat nanti bisa menjadi wirausahawan,” ujar Suniah.
Disamping itu, Suniah berharap kedepan SKB Natuna bisa menggelar program PKW tata boga. “Kita juga menginginkan adanya PKW keterampilan untuk tata boga. Namun perlengkapan alat-alat di SKB Natuna masih belum memadai. Alat-alat harus ada dulu baru kita bisa menjalankan programnya,” tutup Suniah. (KP).
Laporan : Johan










