NATUNA – Perawat Unit Transfusi Darah (UTD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Natuna, Provinsi Kepuluan Riau, Baim yang bertugas melakukan berbagai kegiatan pelayanan darah, seperti rekrutmen pendonor, pengambilan darah, dan penyimpanan darah mengatakan kesadaran para pendonor darah di Natuna cukup baik.
Kata Baim, selain masyarakat perorangan juga ada banyak instansi vertikal maupun non-vertikal seperti TNI dan Polri tegak lurus selalu siap menyubangkan darahnya kepada para pasien yang membutuhkan.
“Alhamdulilah mereka datang ke sini jika ada pasien memerlukan darah. Biasanya masyarakat langsung datang mendonorkan darahnya kepada yang membutukan. Seperti TNI dan Polri sering mengadakan donor darah masal,” kata Baim kepada koranperbasan.com di ruag kerjanya, Senin 24 Febuari 2025.
Menurut Baim, daya tahan kesiapan stok darah tergantung cairan yang ada di dalam kantong darah itu sendiri. Biasanya daya bertahan darah yang disimpan kurang lebih satu bulan. Kesiapan ini bagian dari upaya membantu pasien-pasien yang membutuhkan.
“Tidak setiap hari dan tidak semua pasien berobat memerlukan darah, hanya untuk pasien penyakit tertentu saja,” ujar Baim.
Baim menjelaskan kebutuhan darah yang selalu diminta oleh pasien terbagi menjadi tiga komponen. Pertama Packed Red Cell (PRC) atau sel darah merah. Kedua Whole Blood (WB) atau darah utuh. Ketiga Thrombocyte Concentrate (TC) atau trombosit pekat.
“Sekarang yang memerlukan trombosit sudah bisa kita berikan. Kita ada catatan para pedonor sebelumnya, jika stok kosong kita akan hubungi mereka untuk datang jika waktunya sudah diperbolehkan mendonor kembali,” jelas Baim.
Baim menerangkan khusus di Natuna golongan darah AB terbilang sulit didapatkan, namun masih bisa di cari. Berbeda dengan darah golongan B terbilang mudah didapatkan tetapi stok selalu kosong karena banyak yang membutuhkan.
“Sering kosong gologan darah B karena banyak dibutuhkan. Akhirnya darah B ini menjadi susah kita dapatkan karena belum sampai waktunya sudah banyak yang membutuhkan. Jadi itu yang membuat kita susah mendaptkannya,” terang Baim.
Baim berharap kesadaran masyarakat Natuna terus meningkat dalam mendonorkan darahnya membantu kebutuhan pasien. Sebab kesiapan tempat penyimpanan darah di UTD RSUD Natuna sudah cukup baik.
“Harapan kami cuma satu supaya kesadaran masyarakat mendonorkan darahnya terus meningkat,” tutup Baim. (KP).
Laporan : Iskandar










