Wakil Bupati Natuna, Jarmin Sidik, mengawali hari kerja perdananya dengan inspeksi lapangan terhadap harga dan ketersediaan bahan pangan selama bulan Ramadan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 H. Kegiatan diawali di Pantai Piwang, Ranai, Kecamatan Bunguran Timur, pada Senin (03/03/2025) pagi, sebagai bagian dari upaya memastikan stabilitas pasokan pangan di daerah.
NATUNA – Wakil Bupati Natuna, Jarmin Sidik, mengawali hari pertamanya di kantor dengan langsung turun ke lapangan melakukan peninjauan harga dan stok kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 H. Kegiatan dibuka secara resmi di Pantai Piwang, Ranai, Kecamatan Bunguran Timur, Senin (03/03/2025) pagi.
Dalam sambutannya, Jarmin menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kestabilan pangan dan harga pasar, khususnya selama bulan suci Ramadan.
“Peninjauan ini merupakan langkah nyata pemerintah dalam memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman dan harga-harga tetap terkendali menjelang lebaran,” kata Jarmin.

Jarmin menambahkan bahwa ketersediaan barang sangat menentukan fluktuasi harga. Oleh karena itu, distribusi dan pasokan logistik menjadi perhatian utama agar masyarakat tidak mengalami kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok.
Tinjau Gudang Bulog dan Toko Retail
Lokasi pertama yang dituju adalah gudang Bulog Natuna, karena beras merupakan kebutuhan primer yang paling sensitif terhadap gejolak pasar. Dalam laporan yang diterima, disampaikan bahwa cadangan beras pemerintah di Natuna mencapai 174 ton, dan dinyatakan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Idul Fitri.

Usai meninjau Bulog, rombongan Wakil Bupati melanjutkan ke toko serba ada (Devon) di Jalan Soekarno Hatta, Ranai. Fokus peninjauan di lokasi ini adalah minyak goreng dan gula, dua komoditas yang selama ini sangat bergantung pada pengiriman dari luar daerah.
Jarmin segera memerintahkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) untuk berkoordinasi dengan distributor dan pihak terkait, guna memastikan ketersediaan barang dan kestabilan harga menjelang puncak kebutuhan masyarakat.
“Minyak goreng dan gula menjadi atensi khusus karena Natuna belum bisa mandiri untuk dua komoditas ini. Kita tidak ingin masyarakat kesulitan menjelang hari besar keagamaan,” tegasnya.

Dukungan dari Berbagai Pihak
Dalam kegiatan ini tampak hadir Ketua dan Wakil DPRD Natuna, Kapolres Natuna, sejumlah pimpinan OPD terkait, Kepala Bulog Natuna, serta staf pelaksana lapangan. Semua pihak memberikan dukungan terhadap agenda sidak yang dinilai strategis untuk memastikan ketahanan pangan lokal tetap terjaga.

Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi bagian dari sistem pengawasan harga yang berkelanjutan, sekaligus menjawab kekhawatiran masyarakat terkait kelangkaan barang dan lonjakan harga yang biasa terjadi menjelang hari raya. (KP).
Kontributor : Diskominfo Natuna
Editor : Dhitto










