ANAMBAS – PLN Unit Pelaksana Layanan Pelanggan (UP3) Anambas tengah menghadapi krisis pasokan listrik akibat kerusakan dua unit mesin pembangkit di PLTD Tarempa. Hal ini menyebabkan terjadinya pemadaman bergilir di sejumlah wilayah sejak Kamis malam, 31 Juli 2025.
Manajer PLN Anambas, Ade, menjelaskan bahwa salah satu mesin mengalami kerusakan serius pada bagian generator hingga terbakar, sedangkan mesin kedua mengalami kerusakan pada silinder head.
“Kerusakan pertama terjadi pada generator, terbakar, dan membutuhkan waktu sekitar 7 hingga 10 hari untuk proses gulung ulang. Sedangkan mesin kedua rusak di bagian silinder head, dan kami targetkan bisa selesai dalam dua hari ini,” ungkap Ade kepada koranperbatasan.com di ruang kerjanya, Minggu, 03 Agustus 2025.

Dari lima unit mesin yang tersedia di PLTD Tarempa, dua di antaranya tidak bisa beroperasi. Hal ini menyebabkan daya mampu menurun dari kapasitas normal 4,3 MegaWatt menjadi hanya 2,4 MegaWatt. Sementara beban puncak kelistrikan di wilayah Tarempa tercatat mencapai 3,2 MegaWatt, sehingga defisit daya mencapai 800 kW hingga 1 MegaWatt.
“Kondisi ini memaksa kami menerapkan pemadaman bergilir. Kami sudah membuat jadwal baru agar pelanggan tidak mengalami pemadaman dua kali dalam waktu singkat. Kami usahakan kalaupun padam lama, nyalanya juga lama agar lebih adil,” jelas Ade.
Menurutnya, meski SDM teknisi mesin cukup memadai, namun penanganan khusus untuk generator yang terbakar tetap membutuhkan teknisi dari luar daerah, seperti dari Tanjungpinang atau Batam. Beberapa teknisi telah tiba sejak Jumat untuk mempercepat proses perbaikan.

Ade juga mengakui bahwa sistem pembangkit yang beroperasi 24 jam penuh sangat rentan mengalami gangguan teknis. Karena itu, pihaknya terus mengupayakan pemulihan dengan perbaikan intensif agar pasokan listrik dapat kembali normal.
“Kami mohon maaf kepada seluruh pelanggan PLN di Tarempa atas ketidaknyamanan ini. Kami bekerja semaksimal mungkin agar kondisi bisa segera pulih. Kami juga harap masyarakat dapat memahami kondisi darurat ini,” katanya.
Sejumlah warga mengaku kecewa dengan ketidaksesuaian jadwal pemadaman yang diumumkan dengan realisasi di lapangan. Salah satu warga menyampaikan bahwa alat elektroniknya rusak akibat listrik yang hidup-mati secara tidak teratur. (KP).
Laporan : Azmi










