NATUNA – Kabupaten Natuna bersiap meresmikan Sekolah Rakyat (SR) Rintisan pada Senin, 22 September 2025. Program strategis nasional dari Pemerintah Pusat ini akan menitikberatkan pada pembentukan karakter dan disiplin bagi 100 siswa kurang mampu dari jenjang SD, SMP, hingga SMA, dengan segala biaya ditanggung oleh APBN.
Program ini merupakan implementasi Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025 tentang percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem, menargetkan anak-anak dari keluarga kurang mampu di wilayah perbatasan. Natuna, bersama Tanjung Pinang dan Anambas, terpilih sebagai pelaksana rintisan fase 1C di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
“Inilah saatnya masyarakat yang kurang mampu mendapatkan kesetaraan dengan anak-anak yang mampu. Semua ditanggung, pakaian, makan, minum, semua ditanggung. Mereka akan diasah mulai dari pribadinya, disiplinnya, karakternya,” ujar Kepala Dinas Sosial Kabupaten Natuna, Puryanti, Sp. M. Ap., kepada koranperbatasan.com saat ditemui di lokasi sekolah, Jumat, 19 September 2025.
SR Rintisan Natuna menempati Gedung Eks Asrama Haji di Kompleks Masjid Agung Natuna yang direhabilitasi menggunakan anggaran Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Pemerintah Daerah (Pemda) berkontribusi dengan meminjamkan gedung tersebut secara cuma-cuma sebagai bentuk dukungan.
“Statusnya pinjam pakai. Tidak ada sewa, hanya kesepakatan (MOU) antara pemerintah daerah dan pusat untuk mendukung program ini,” jelas Puryanti.

Proses seleksi siswa dan guru telah dilakukan secara terbuka. Dari hasil seleksi, hanya satu putra daerah Natuna yang lolos sebagai guru Bahasa Indonesia. Sebanyak 16 guru lainnya didatangkan dari luar daerah. Para siswa yang terpilih, berjumlah 100 orang (67 laki-laki, 33 perempuan) yang terbagi dalam 4 rombongan belajar (25 SD, 50 SMP, 25 SMA), akan menjalani asrama.
“Sabtu dan Minggu ini kita cek kesehatan dulu. Karena asrama kan, kalau ada penyakit menular tidak boleh. Mereka harus layak masuk,” tambah Puryanti.
Keunggulan program Sekolah Rakyat tidak berhenti pada pendidikan gratis. Lulusannya akan difasilitasi untuk meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
“Setelah lulus nanti akan difasilitasi lagi. Mereka akan diarahkan sesuai kemampuan. SR akan kerja sama dengan perguruan tinggi di Indonesia yang wajib mengambil anak SR ini untuk beasiswa. Tamat SMP, misalnya mau masuk taruna, atau SMA bergengsi, akan difasilitasi,” papar Puryanti penuh harap.
Puryanti juga berpesan agar masyarakat, khususnya keluarga kurang mampu, tidak menyia-nyiakan peluang emas ini. Untuk tahun 2026, Pemda Natuna telah menyiapkan lahan seluas 10,4 hektare di belakang Masjid Agung untuk pembangunan gedung SR permanen yang akan menampung lebih banyak siswa lagi.
Peresmian dan pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) rencananya akan digelar pada Senin pukul 09.00 WIB. (KP).
Laporan : Dhitto










