NATUNA – Pemerintah Desa Limau Manis, Kecamatan Bunguran Timur Laut, secara konsisten menjalankan program-program prioritas nasional dengan mengoptimalkan anggaran Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD).
Kepala Desa Limau Manis, Zarkawi, S.E., Sy., memaparkan kemajuan realisasi program-program tersebut diantaranya yang menjadi fokus utama di tahun 2025 adalah Bantuan Langsung Tunai (BLT), program ketahanan pangan, serta intervensi di bidang kesehatan khususnya penurunan angka stunting.
“Sedang berjalan semuanya. Untuk BLT yang bersifat triwulanan, tinggal triwulan terakhir (Oktober-Desember) yang belum direalisasi. Sementara untuk ketahanan pangan, realisasinya sudah hampir mencapai 50%,” ucap Zarkawi kepada koranperbatasan.com di ruang kerjanya, Selasa, 23 September 2025.
Desa Limau Manis mengelola anggaran yang cukup signifikan. Dana Desa (DD) yang dialokasikan sebesar Rp 669.905.000 difokuskan untuk pembangunan dan pemberdayaan. Sementara Alokasi Dana Desa (ADD) sebesar Rp 827.474.500 dialokasikan untuk operasional pemerintahan, termasuk pembayaran gaji (siltap) perangkat desa.
Zarkawi menekankan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi. Dalam implementasinya, desa berpedoman pada Peraturan Menteri (Permen) terkait, baik dari Kementerian Dalam Negeri (Permendagri) maupun Kementerian Desa (Permendes).
“Kita harus up to date dengan peraturan pusat. Ada perubahan aturan, kita harus ikuti,” tegasnya.
Proses pencairan dana dilakukan dengan sistem yang sangat tertib. Mekanismenya dimulai dengan pembuatan Surat Permintaan Pembayaran (SPP) untuk kebutuhan tertentu, seperti pembayaran kepada supplier atau pemberian insentif.
“Semuanya melalui transfer via sistem CMS (Cash Management System). Tidak ada lagi transaksi tunai. Bahkan untuk insentif, semua langsung ke rekening penerima,” papar Zarkawi.
Pencairan DD dilakukan dalam dua tahap dalam setahun, sedangkan ADD dicairkan per bulan setelah APBD Kabupaten disahkan. Menurut Zarkawi, kendala dalam penyaluran hampir tidak ada selama dokumen lengkap dan dana tersedia.
“Selagi uangnya ada dan dokumen lengkap, tidak ada kendala. Jika ada kekurangan dokumen, ya kita perbaiki dulu. Prinsipnya, penyerapan anggaran harus cepat, tetapi harus sesuai prosedur dan waktu yang ditetapkan, seperti pada penyaluran BLT,” ujarnya.
Di sektor pembangunan fisik, Desa Limau Manis memprioritaskan rehabilitasi fasilitas publik yang vital. Tahun ini, anggaran DD dialokasikan untuk rehabilitasi balai pertemuan masyarakat.
“Gedung balai pertemuan ini selalu digunakan masyarakat. Karena sudah lama dibangun dan agar suasana pertemuan lebih aman dan nyaman, maka kita rehab. Kita menyesuaikan dengan kemampuan keuangan dan prinsip efisiensi,” jelas Zarkawi.
Zarkawi melanjutkan, kegiatan fisik lainnya disesuaikan dengan hasil musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) yang menjadi kebutuhan bersama masyarakat.
Untuk kebutuhan mendasar, Zarkawi menyebut bahwa akses listrik dan air di desanya sudah relatif aman. Fokus permintaan masyarakat adalah pada peningkatan kualitas jalan poros.
“Pada musrenbang 2024, kita sudah mengusulkan perbaikan jalan poros yang menjadi akses bagi tiga desa. Kami memahami kondisi keuangan daerah, tetapi kami berharap pemerintah merespon dengan cepat karena ini menyangkut keamanan dan kenyamanan warga,” terang Zarkawi.
Sebelum mengakhiri, Zarkawi, selaku Kepala Desa Limau Manis turut menyampaikan harapannya terhadap Pemerintah Daerah dan DPRD Kabupaten Natuna. Pihaknya berharap program-program dari dana aspirasi dewan (POKIR) dapat menyentuh Desa Limau Manis.
“Kita berharap paket-program dari dewan dapat untuk desa kita juga. Minimal nampak pembangunan yang berkelanjutan,” pungkas Zarkawi mengakhiri wawancara. (KP).
Laporan : Fergi










