“Sebuah pondok kayu sederhana di tengah pepohonan bakau menjadi pusat penyelesaian masalah warga Tanjung Unggat, tempat seorang bhabinkamtibmas berdiri sebagai peredam konflik sosial.”
TANJUNGPINANG – Di sebuah pondok panggung beratapkan daun sagu yang berdiri teduh di RT 004 RW 006 Kelurahan Tanjung Unggat, Kecamatan Bukit Bestari, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, Redaksi Koran Perbatasan menyaksikan langsung bagaimana Aiptu Razmudi, Bhabinkamtibmas Polsek Bukit Bestari, melayani warga tanpa henti.
Pondok yang diberi nama Rumah Curhat dan Pondok Baca Presisi itu menjadi ruang membaca, berdiskusi, memasak, hingga menyelesaikan masalah sosial secara kekeluargaan. Dari tempat inilah Razmudi menerima keluhan, memediasi konflik, hingga membantu warga yang mengalami persoalan hukum maupun sosial sehari-hari.
Rumah Curhat dan Pondok Baca Presisi bukan dibangun dalam semalam. Aiptu Razmudi mengenang, sekitar empat tahun lalu ia rutin melakukan sambang ke warga dan melihat banyak pelanggaran serta konflik sosial di wilayah RW 006. Dorongan muncul ketika Ketua RT 004, Usnadi, meminta dibangunkan Pos Bhabin di kawasan itu.
“Waktu itu kami tidak punya anggaran, jadi pondok ini dibangun gotong royong. Dengan keringat dan biaya sendiri dibantu masyarakat,” kata Razmudi. Butuh satu tahun hingga pondok itu berdiri, dan kini sudah lebih dari tiga tahun menjadi pusat layanan sosial dan kamtibmas.











