Tidak hanya itu, Razmudi juga menjalankan berbagai aksi sosial, membagikan beras bagi keluarga kurang mampu, memberikan bantuan pampers kepada warga yang mengalami stroke, hingga membuka dapur umum saat banjir rob melanda Tanjung Unggat. Selama empat hari berturut-turut sejak Senin, ia bersama warga memasak makanan gratis, didukung Ketua RT, pihak kelurahan, Kapolresta, Kapolsek, dan Anggota DPRD Tanjungpinang Dasril.
Dukungan pimpinan, kata Razmudi, menjadi kekuatan moral. “Setiap kegiatan kami laporkan, dan pimpinan selalu bilang lanjutkan,” ujarnya.
Tanggapan HMI Tanjungpinang–Bintan
Ketua Umum HMI Cabang Tanjungpinang–Bintan, Tomi Suryadi, menilai keberadaan Rumah Curhat dan Pondok Baca Presisi menjadi model ideal bagi upaya pencegahan konflik dan penyimpangan sosial. Ia menyoroti maraknya kasus narkoba, bahkan melibatkan ASN, dan menilai pola pendekatan Razmudi bisa diaplikasikan untuk pencegahan.
Menurut Tomi, HMI siap bersinergi dengan kepolisian dalam edukasi narkoba kepada mahasiswa, pemuda, dan sekolah. “Kalau setiap kelurahan punya model seperti ini, banyak masalah sosial bisa dicegah sebelum terjadi,” ujarnya. Ia memberi pesan agar program ini terus berlanjut dan menjadi contoh bagi kelurahan lain.
Menanggapi pernyataan HMI, Razmudi menegaskan bahwa edukasi bahaya narkoba memang sudah dilakukan, baik di pondok maupun di sekolah seperti SMPN 10 Tanjungpinang. Bahkan, warga sering melapor terkait penyalahgunaan narkoba dan menjadi dasar bagi razia bersama tokoh RT/RW.











