KABAR PERBATASANNATUNA

Dana Member Opalp Ditahan, Praktisi Cyber Security Asal Natuna Ingatkan Potensi Exit Scam

×

Dana Member Opalp Ditahan, Praktisi Cyber Security Asal Natuna Ingatkan Potensi Exit Scam

Sebarkan artikel ini
Dana Member Opalp Ditahan Potensi Scam Syahrial Praktisi Cyber Natuna
Praktisi Cyber Security Syahrial memberikan analisis teknis terkait tertahannya dana member di platform Opalp Exchange

“Platform Opalp Exchange resmi menahan dana member per 25 Januari 2026. Praktisi Cyber Security asal Natuna, Syahrial, memperingatkan adanya indikasi kuat Exit Scam dan menghimbau warga segera menghentikan deposit agar terhindar dari kerugian lebih besar”

 

NATUNA – Gelombang kekhawatiran melanda masyarakat Natuna setelah platform investasi Opalp Exchange secara resmi menahan seluruh proses penarikan dana member per 25 Januari 2026. Dalih audit aliran dana yang dilakukan pengelola hingga 30 Januari 2026 mendatang dinilai sebagai sinyal bahaya bagi para investor.

Menanggapi fenomena tersebut, Syahrial, seorang Praktisi Cyber Security yang tergabung dalam Komunitas Siber Muda Indonesia (sibermuda.id) sekaligus menjabat sebagai Ketua Bidang Teknologi dan Infrastruktur Digital Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Natuna yang juga merupakan bagian dari jaringan siberindo.co, memberikan analisis teknisnya terkait situasi yang sedang terjadi.

“Secara teknis dalam dunia cyber security, klaim audit sistem yang mengharuskan penghentian total transaksi pengguna adalah anomali besar. Modus ini sering kali merupakan protokol awal dari exit scam untuk memberikan waktu bagi pengelola mengamankan aset sebelum sistem dimatikan sepenuhnya,” ujar Syahrial kepada koranperbatasan.com, Selasa (27/01/2026).

Putra daerah Natuna ini menambahkan bahwa syarat tambahan seperti mewajibkan member melakukan KYC ulang dan mencari orang baru untuk deposit agar bisa menarik dana sendiri adalah ciri mutlak skema Ponzi yang mulai kolaps.

“Tidak ada proses audit resmi di dunia keuangan, termasuk klaim pendaftaran ke SEC, yang meminta syarat rekrutmen member baru sebagai jaminan pencairan dana. Ini murni manipulasi sistem untuk menarik likuiditas terakhir dari masyarakat sebelum mereka menghilang,” tegasnya.

Berdasarkan analisis teknis pada domain Opalp.com , Syahrial menemukan bahwa identitas pemilik situs sengaja disembunyikan dan hanya menggunakan sertifikat keamanan level rendah. Menurutnya, hal ini sangat meragukan jika disandingkan dengan klaim pendaftaran ke otoritas internasional.

Baca Juga:  Bupati Natuna Kembali Salurkan Bantuan Sembako dan APD di Bunguran Barat

“Masyarakat harus sangat waspada. Saya menghimbau warga Natuna ke depan untuk tidak mudah tergiur dengan tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan tinggi namun memiliki ketidakterbukaan informasi secara teknis. Sebagai langkah antisipasi, saya sarankan jangan pernah melakukan deposit tambahan lagi dengan alasan apa pun, karena itu hanya akan menambah kerugian yang lebih besar,” pungkas Syahrial. (KP).


Laporan : Dhitto


 

📊 Views: 8

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *