BUDAYA PERBATASANRAGAM PERBATASANTANJUNGPINANG

TPU Batu 7 Tanjungpinang Dipadati Peziarah Pagi Raya

×

TPU Batu 7 Tanjungpinang Dipadati Peziarah Pagi Raya

Sebarkan artikel ini
Peziarah memadati TPU Batu 7 Tanjungpinang saat pagi Hari Raya. Sabtu pagi (21/3/2026) sekitar pukul 08.50 WIB.

“Tradisi ziarah kubur mewarnai pagi Hari Raya Idulfitri di Tanjungpinang dengan meningkatnya jumlah peziarah di TPU Batu 7.”

Pengunjung TPU Muslim Batu 7 (Pusara Abadi) Tanjungpinang, Tina, mengatakan bahwa dirinya selalu menyempatkan diri berziarah ke makam keluarga setiap pulang ke Tanjungpinang, terutama saat momen Hari Raya Idulfitri.

TANJUNGPINANG – Suasana pagi Hari Raya Idulfitri di Kota Tanjungpinang tidak hanya dipenuhi aktivitas ibadah, tetapi juga tradisi ziarah kubur. TPU Muslim Batu 7 (Pusara Abadi), yang berlokasi di Jalan D.I. Panjaitan KM 7, dipadati peziarah pada Sabtu pagi (21/3/2026) sekitar pukul 08.50 WIB.

Pantauan di lokasi menunjukkan masyarakat dari berbagai kalangan datang silih berganti. Mereka membawa bunga, air, serta perlengkapan lainnya untuk membersihkan makam dan memanjatkan doa bagi keluarga yang telah meninggal dunia.

Tina (nama samaran), salah satu pengunjung, mengaku dirinya tidak selalu berada di Tanjungpinang, namun selalu menyempatkan diri berziarah saat memiliki kesempatan.

“Saya bukan orang asli Tanjungpinang, saya hanya bisa datang sesekali kalau ada libur panjang. Jadi di suasana seperti ini, kalau datang ke Tanjungpinang, yang pertama saya tuju adalah makam keluarga saya yang telah tiada,” ujarnya.

Vanya, peziarah lainnya, mengatakan bahwa dirinya datang untuk mendoakan ayahnya yang telah meninggal dunia.

“Saya datang ke makam untuk nyekar dan mendoakan ayah saya. Saya ingin mendoakan agar ayah saya diampuni dosanya dan ditempatkan di surga,” katanya.

Sementara itu, Mahdi menilai tradisi ziarah kubur menjadi bentuk penghormatan kepada keluarga yang telah tiada.

“Tradisi nyekar di hari raya adalah salah satu cara kami untuk menghormati keluarga yang telah meninggal. Kami ingin mendoakan agar mereka selalu dalam keadaan baik,” ujarnya.

Baca Juga:  Rahma Lepas 49 Kafilah ke MTQ Tingkat Provinsi Kepri

Hani, pengunjung lainnya, mengaku tidak keberatan dengan ramainya suasana makam di pagi hari raya.

“Makam sangat ramai pagi ini, tapi saya tidak keberatan. Saya merasa sangat dekat dengan keluarga yang telah meninggal ketika saya datang ke makam,” katanya.

Suasana di TPU Batu 7 terlihat khusyuk meski dipadati peziarah. Aktivitas membersihkan makam, menabur bunga, dan berdoa menjadi pemandangan yang umum terlihat di setiap sudut area pemakaman.

Tradisi ziarah kubur ini menjadi bagian dari budaya masyarakat yang terus dilestarikan, khususnya pada momen Hari Raya Idulfitri sebagai bentuk penghormatan dan doa bagi keluarga yang telah meninggal dunia. (KP).


Laporan: Novita


 

📊 Views: 8

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *