“MTsN 2 Natuna membuka Penerimaan Murid Baru Madrasah (PMBM) 2026 secara offline dengan target 128 siswa dan mengutamakan pelayanan bagi masyarakat yang belum memahami sistem digital.”
Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Natuna, Haidatus Sa’adah, M.Pd., memastikan pelaksanaan Penerimaan Murid Baru Madrasah (PMBM) tahun ajaran 2026 dilakukan secara offline guna memudahkan masyarakat serta menghindari gangguan sistem pendaftaran daring.
NATUNA – Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Natuna mulai bersiap melaksanakan Penerimaan Murid Baru Madrasah (PMBM) tahun ajaran 2026 dengan sistem pendaftaran secara offline. Kebijakan tersebut diambil untuk memudahkan masyarakat yang belum memahami sistem teknologi informasi sekaligus mengantisipasi gangguan pada sistem online.
Kepala MTsN 2 Natuna, Haidatus Sa’adah, M.Pd., mengatakan proses penerimaan siswa baru akan dilaksanakan dalam dua gelombang sesuai jadwal yang telah ditetapkan pihak madrasah.
“Gelombang pertama dimulai tanggal 18 Mei sampai 5 Juni 2026. Gelombang kedua mulai 8 Juni sampai 23 Juni 2026,” ujar Haidatus Sa’adah saat diwawancarai koranperbatasan.com di ruang kerjanya, Rabu (13/5/2026).
Ia menjelaskan, sekolah menargetkan sebanyak 128 siswa baru untuk mengisi empat rombongan belajar (rombel). Setiap rombel nantinya akan diisi sebanyak 32 siswa.
“Kalau target kami sudah cukup memenuhi empat rombel, berarti kami tidak membuka lagi gelombang kedua,” jelasnya.
Menurutnya, sistem penerimaan di madrasah memang berbeda istilah dengan sekolah umum. Jika sekolah menggunakan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), maka madrasah menggunakan istilah PMBM yang mengacu pada petunjuk teknis dari Kementerian Agama (Kemenag).
“Secara juknis kami memang menginduk ke Kementerian Agama, tetapi secara keseluruhan sebenarnya sama saja seperti penerimaan murid baru pada umumnya,” tuturnya.
Meski demikian, MTsN 2 Natuna tetap menerapkan sistem zonasi sebagaimana sekolah lain di wilayah Natuna. Namun pihak sekolah juga membuka peluang bagi siswa yang tidak lolos di sekolah lain.
“Kami tetap pakai sistem zonasi, tapi tidak menutup kemungkinan kalau ada siswa yang tidak lulus di sekolah lain, kami siap menerima,” katanya.
Dari sisi prestasi, MTsN 2 Natuna dikenal cukup menonjol pada bidang non-akademik. Beberapa cabang unggulan sekolah tersebut di antaranya futsal, tenis meja, bola voli, sepak takraw hingga drumband.
Baru-baru ini, tim futsal MTsN 2 Natuna berhasil meraih juara pertama pada ajang Ukhuwah Futsal Championship 2026 yang diselenggarakan SMP IT Nik.
“Alhamdulillah kami juara satu futsal. Untuk tenis meja juga ada siswa dan alumni yang menjadi perwakilan Popda,” ungkapnya.
Tak hanya non-akademik, sekolah tersebut juga aktif mengikuti kompetisi akademik. Haidatus menyebut salah satu siswa MTsN 2 Natuna bahkan berhasil mewakili hingga tingkat nasional pada Olimpiade Sains Madrasah (OSM).
“Kemarin satu orang mewakili tingkat nasional di bidang sains. Kemudian di tingkat Provinsi Kepri kami juga meraih juara tiga bahasa Inggris,” sebutnya.
Ia menegaskan, MTsN 2 Natuna siap menjadi lembaga pendidikan formal yang mampu mencetak generasi Natuna yang unggul dan berprestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik.
“Kami siap menjadikan putra-putri daerah Natuna unggul dan berprestasi. Di sini juga tersedia materi umum dan materi madrasah supaya keseimbangan dunia dan akhirat tetap berjalan,” ujarnya.
Haidatus juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas dukungan yang diberikan kepada madrasah selama ini. Ia berharap sinergi tersebut terus berjalan demi membangun kualitas generasi muda Natuna.
“Kami di sini mengajar anak-anak Natuna. Jadi tujuan kami sama, ingin membangun putra-putri daerah menjadi generasi yang unggul dan berprestasi,” pungkasnya. (KP).
Laporan: Dini










