KABAR PERBATASANNATUNAPENDIDIKAN

SMKN 1 Bunguran Timur Fasilitasi Magang Jepang untuk Pemuda Natuna

×

SMKN 1 Bunguran Timur Fasilitasi Magang Jepang untuk Pemuda Natuna

Sebarkan artikel ini
Kepala SMKN 1 Bunguran Timur, Subbihi, M.Pd., foto bersama rekannya di lokasi pelatihan terkait program magang kerja ke Jepang bagi generasi muda Natuna melalui jalur resmi Kemnaker RI.

“SMKN 1 Bunguran Timur terus membuka peluang kerja internasional bagi generasi muda Natuna melalui program magang resmi ke Jepang yang menawarkan pelatihan industri dan penghasilan belasan juta rupiah per bulan.”

Kepala SMKN 1 Bunguran Timur, Subbihi, M.Pd., menyatakan sekolahnya terus memfasilitasi lulusan SMA dan SMK di Natuna untuk mengikuti program magang kerja ke Jepang melalui jalur resmi yang bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.

NATUNA – Generasi muda Kabupaten Natuna kini semakin terbuka untuk menembus dunia kerja internasional. Melalui program magang ke Jepang, lulusan SMA dan SMK di wilayah perbatasan Indonesia tersebut mendapat kesempatan mempelajari teknologi, disiplin kerja, hingga budaya industri modern dari Negeri Sakura.

Kepala SMKN 1 Bunguran Timur, Subbihi, M.Pd., mengatakan program magang Jepang merupakan pelatihan kerja dengan durasi kontrak antara satu hingga lima tahun. Program tersebut terbuka bagi lulusan SLTA sederajat dengan usia minimal 18 tahun.

“Program magang Jepang ini merupakan pelatihan kerja untuk mempelajari teknologi dan etos kerja Jepang, dengan penghasilan sekitar Rp10 juta sampai Rp16 juta lebih per bulan,” ujar Subbihi kepada koranperbatasan.com melalui WhatsApp, Rabu (13/5/2026).

Ia menjelaskan, sejak tahun 2024 SMKN 1 Bunguran Timur telah menjalin kerja sama rutin dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Sending Organization (SO) yang terdaftar resmi di Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.

Menurutnya, langkah tersebut dilakukan agar putra-putri daerah Natuna dapat mengikuti program magang melalui jalur legal dan terpercaya sehingga terhindar dari praktik penipuan tenaga kerja ilegal.

“Program ini tiap tahun terus berjalan. Kami ingin anak-anak Natuna bisa mengambil bagian dalam peluang kerja internasional ini,” jelasnya.

Program magang Jepang tersebut mencakup berbagai sektor pekerjaan, seperti manufaktur atau pabrik, pertanian, perikanan, konstruksi, hingga pengolahan makanan. Selain memperoleh pengalaman kerja dan penghasilan tetap, peserta juga mendapatkan perlindungan asuransi serta dana usaha mandiri setelah menyelesaikan kontrak kerja.

Baca Juga:  Bupati Natuna Hadiri Acara Pengantar Tugas Danlanal Ranai Kolonel Laut Maman Nurachman

Subbihi menegaskan, program tersebut bukan sekadar mencari penghasilan, tetapi juga menjadi wadah pembentukan karakter dan peningkatan kompetensi generasi muda Natuna.

“Harapan saya semoga adik-adik di Natuna bisa ambil bagian dalam program ini karena generasi muda Natuna memiliki kemampuan tinggi untuk menyesuaikan diri, bertahan, dan berkembang di tengah perubahan zaman yang cepat, khususnya dalam aspek teknologi, sosial, dan ekonomi,” katanya.

Untuk menjaga kualitas peserta, terdapat sejumlah persyaratan yang wajib dipenuhi calon peserta magang, di antaranya sehat secara fisik dan mental, tidak memiliki tato maupun tindik, serta lulus tes matematika dasar, tes fisik, dan kemampuan dasar bahasa Jepang.

Selain itu, proses keberangkatan juga diwajibkan melalui jalur resmi seperti IM Japan Kementerian Ketenagakerjaan atau LPK yang telah terdaftar secara legal di Kemnaker RI.

Program tersebut diharapkan mampu mencetak sumber daya manusia Natuna yang memiliki keterampilan industri modern dan siap menjadi penggerak ekonomi daerah setelah kembali ke tanah air.

“Ini bukan hanya tentang mencari penghasilan, tetapi bagaimana membentuk karakter, keterampilan, dan mentalitas kerja agar nantinya mampu membangun daerah setelah pulang dari Jepang,” tutupnya.(KP).


Laporan: Dini


 

📊 Views: 34

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *