NATUNAPENDIDIKAN

SMPN 2 Bunguran Timur Terapkan BDR, Air Bersih Ikut Bermasalah 

×

SMPN 2 Bunguran Timur Terapkan BDR, Air Bersih Ikut Bermasalah 

Sebarkan artikel ini
Gedung SMPN 2 Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, menjadi lokasi kegiatan pendidikan yang terdampak penerapan pembelajaran dari rumah (BDR) akibat kondisi kabut asap. Di sisi lain, sekolah juga menghadapi persoalan air bersih yang tidak mengalir selama beberapa hari.

“Kabut asap memaksa SMPN 2 Bunguran Timur menerapkan pembelajaran dari rumah (BDR). Di tengah kebijakan tersebut, sekolah juga menghadapi persoalan lain berupa air bersih yang tidak mengalir selama beberapa hari.” 

Wakil Kepala Kurikulum SMPN 2 Bunguran Timur, Harni Oktaviana, S.Pd., mengatakan pembelajaran dari rumah diterapkan selama tiga hari menyusul kondisi udara yang kurang mendukung kegiatan belajar tatap muka. Selama BDR, guru menyampaikan materi dan tugas kepada siswa melalui grup WhatsApp masing-masing kelas. 

NATUNA – SMPN 2 Bunguran Timur menerapkan pembelajaran dari rumah (BDR) selama tiga hari sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi kabut asap yang menyelimuti wilayah tersebut. 

Wakil Kepala Kurikulum SMPN 2 Bunguran Timur, Harni Oktaviana, S.Pd., menjelaskan informasi pelaksanaan BDR diterima pihak sekolah melalui grup WhatsApp pada Minggu, 6 September 2026, sekitar pukul 15.30 WIB. 

Menurutnya, mekanisme BDR dilakukan dengan memanfaatkan telepon seluler. Guru menyampaikan materi pembelajaran dan tugas melalui grup WhatsApp masing-masing kelas yang dikelola oleh wali kelas. 

“Guru mengirimkan materi dan tugas melalui grup WhatsApp kelas. Kehadiran siswa juga tetap diperhatikan, kemudian tugas dikumpulkan sesuai arahan guru,” jelasnya. 

Selama BDR, orang tua juga diminta ikut mendampingi siswa dalam mengikuti pembelajaran dari rumah. Pendampingan tersebut diperlukan agar siswa tetap mengikuti kegiatan belajar meskipun tidak berada di sekolah. 

Namun, pelaksanaan BDR tidak sepenuhnya berjalan tanpa kendala. Sejumlah siswa diketahui mengalami keterbatasan perangkat, termasuk telepon seluler yang tidak dapat digunakan karena rusak atau alasan lainnya. 

Selain itu, keterbatasan kuota internet juga menjadi salah satu persoalan yang dihadapi siswa. Guru juga mengalami keterbatasan dalam memantau aktivitas belajar siswa secara langsung karena pembelajaran dilakukan dari rumah. 

Harni berharap kondisi udara segera membaik sehingga proses pembelajaran tatap muka dapat kembali dilaksanakan di sekolah. 

Baca Juga:  Ketua Komisi I DPRD Natuna Pantau Kesiapan Stok Makanan Musibah Longsor Serasan

Air Bersih Ikut Bermasalah 

Di tengah penerapan BDR akibat kabut asap, SMPN 2 Bunguran Timur juga menghadapi persoalan lain. Sekolah disebut tidak mendapatkan aliran air bersih selama beberapa hari. 

Kondisi tersebut membuat aktivitas di lingkungan sekolah ikut terganggu. Guru dan siswa mengalami kesulitan ketika hendak menggunakan toilet karena tidak tersedianya air. 

Persoalan air juga berdampak pada aktivitas ibadah. Ketiadaan air menyulitkan warga sekolah yang hendak melaksanakan salat Zuhur, khususnya untuk kebutuhan berwudu. 

Situasi tersebut menambah persoalan yang dihadapi sekolah di tengah kondisi lingkungan yang belum sepenuhnya mendukung kegiatan belajar mengajar. 

Pihak sekolah berharap persoalan kabut asap maupun ketersediaan air bersih dapat segera ditangani sehingga kegiatan pendidikan dan aktivitas sekolah dapat kembali berjalan normal. 


Laporan: Dini 


📊 Views: 19

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *